SURABAYA sebagai kota pesisir dan pelabuhan serta banyak kali yang dibuat tempat penyeberangan dengan menggunakan perah, maka Surabaya banyak menyimpan bakat dan keterampilan seperti pengrajin atau pembuat perahu.
Pemerhati Sejarah Surabaya Nur Setiawan menjelaskan dahulu nelayan di pesisir Surabaya juga mereparasi sendiri perahunya atau membeli di pengrajin yang ada di sekitarnya.
“Jika melihat dokumentasi foto-foto lama diduga para pengrajin berada di sekitar pesisir Kenjeran, Nambangan, Morokrembangan dan wilayah tepi laut lainnya. Tentunya yang berada di garis pantai Surabaya,” kata Wawan, sapaan akrabnya.
Menurutnya, untuk pengrajin atau pembuat perahu sudah ada sejak jaman Belanda.
Sedangkan untuk keberadaan produsen perahu ini memang berada di pesisir Surabaya.
Namun para pengrajin biasanya berasal dari Madura, Gresik maupun wilayah-wilayah Karesidenan Surabaya yang terletak tak jauh dari wilayah perairan.
“Jadi untuk pembuat atau pengrajin perahu itu dari Madura, Gresik dan wilayah Karesidenan Surabaya,” ujarnya.
Bahan yang digunakan untuk membuat perahu dari kayu material di pedalaman Jawa.
Kayu tersebut diolah lagi menjadi papan berukuran panjang atau potongan-potongan persegi sebagai instrumen pendukung sarana transportasi air.
“Untuk bahan perahu terbuat dari kayu material yang didapat dari pedalaman Jawa,” ungkapnya. (jar/jay)
Editor : Jay Wijayanto