Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Nostalgia Lampu Ajaib Petromaks Alias Strongking, Dulu Dianggap Barang Mewah di Desa-Desa

Lambertus Hurek • Minggu, 31 Maret 2024 | 14:05 WIB
Lampu petromaks pernah populer pada masa lalu ketika jaringan listrik masih terbatas (IST).
Lampu petromaks pernah populer pada masa lalu ketika jaringan listrik masih terbatas (IST).

RADAR SURABAYA - Sebelum jaringan listrik menyebar hingga ke pelosok desa, dulu lampu petromaks jadi andalan untuk penerangan pada malam hari. Tidak banyak orang yang punya petromaks. Lampu berbahan bakar minyak tanah ini juga biasa disebut strongking atau stormking (bahasa Belanda).

Achmad Afandi, mantan penyiar Radio Suzana Surabaya, menjelaskan bahwa petromaks adalah sejenis alat penerangan yang menggunakan bahan bakar minyak tanah bertekanan. Untuk menyalakannya dibantu dengan spiritus.

Desain lampu ini ditemukan pada tahun 1910 oleh Max Graetz (1851-1937), CEO Ehrich & Graetz, perusahaan yang berpusat di Berlin Jerman. Nama Petromax sendiri merupakan gabungan kata dari “Petroleum” dan “Max Graetz”.

Nama Petromax yang awalnya merupakan merek dagang, karena penggunaannya yang sangat luas sehingga menjadi nama umum untuk menyebut desain alat penerangan sejenis.

"Di Indonesia, pada tahun 1990-an alat ini banyak dipakai sebagai alat penerangan baik untuk rumah-rumah di daerah pedesaan maupun oleh pedagang kaki lima yang berjualan di malam hari," kata penyiar legendaris yang akrab disapa Bung Kaisar Victorio itu.

Ali Fatoni, wartawan senior, menceritakan pengalaman masa kecil saat menyalakan petromaks. Setelah minyak tanah diisi di tangkinya, siapkan cairan spritus. Kaos lampu dibakar dulu sambil spuyernya di putar-putar sampai kaos lampunya terbakar rata.

"Baru setelah itu dipompa. Dan, sesekali sepuyernya diputar ke atas ke bawah untuk memaksimalkan nyala petromaks," kata Ali.

Meski sudah tergusur listrik, menurut dia, lampu petromaks ini masih digunakan sejumlah nelayan untuk mencari ikan pada malam hari. Pedagang keliling yang menjual nasi goreng, mi, dan sebagainya pun masih mengandalkan lampu petromaks untuk penerangan.

"Petromaks sekarang masih dipakai di kafe-kafe yang berkonsep heritage atau tempo doeloe. Kafe-kafe seperti ini bisa kita jumpai di daerah Jawa Tengah dan Jogjakarta," kata Ali. (rek)

Editor : Lambertus Hurek
#lampu strongking stormking #cara kerja petromax #petromax sejarah #Petromaks