WARGA Surabaya Barat mungkin tidak asing dengan nama Jurang Kuping.
Ini adalah nama sebuah waduk ini sudah ada sejak dulu. Namun, penamaan Jurang Kuping baru ada pasca kemerdekaan Indonesia.
Dulunya belum ada nama untuk waduk ini. Lokasinya berada di Benowo dan Pakal. Waduk ini termasuk alami dan ada sejak dulu hingga sekarang.
Pegiat Sejarah Surabaya Nur Setiawan mengungkapkan, waduk ini terbentuk secara alami. Waduk ini tidak pernah kering meskipun musim kemarau tiba.
Diduga waduk ini sudah sejak awal ada, bahkan ada yang mengatakan, sebelum kampung Benowo dan Pakal ada, waduk tersebut sudah ada.
"Sudah ada sejak dulu, bahkan sebelum ada perkampungan di sekitarnya," tuturnya.
Ia menyampaikan, nama jurang bukan berarti penggambaran waduk yang menyerupai jurang atau terletak di jurang.
Sebab dulu, lokasi di sekitar waduk ini merupakan kawasan hutan. Hutan ini dipenuhi dengan tumbuhan siwalan atau pohon aren. "Warga terbantu dan memanfaatkan air sadapan dari pohon aren tersebut," ujarnya.
Sekitar tahun 1980, jurang kuping sempat menjadi jujugan favorit untuk bumi perkemahan.
Lokasinya yang asri dan menyerupai hutan membuat beberapa sekolah menjadikan lokasi tersebut untuk berkemah.
"Dulu sekolah mengadakan kemah di sana. Biasanya untuk pelajaran Pramuka maupun pendidikan berbasis lingkungan," terangnya. (gun/nur)
Editor : Jay Wijayanto