RADAR SURABAYA - Institut Français Indonesia (IFI) bersama dengan Alliance Française menggelar Malam Membaca tahun 2026 dengan tema Kota dan Desa.
Acara ini digelar di delapan kota di Indonesia, salah satunya di Surabaya.
Dalam acara ini juga dilakukan peluncuran buku cerita anak berjudul Woven Worlds, yang mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
Kolaborasi ini merupakan hasil kerja sama antara IFI, Kinderkloud, Milou, dan merek promosi pariwisata Wonderful Indonesia.
Asisten Deputi Manajemen Strategis Kemenpar, I Gusti Ayu Dewi, berharap buku tersebut mendorong anak-anak untuk melakukan pembelajaran serta menikmati pengalaman indah tentang Indonesia.
"Kami berharap buku ini akan mendorong anak-anak untuk melakukan perjalanan, belajar, menjalin pertemanan, serta menikmati pengalaman indah dan bermakna di Indonesia, Prancis, dan seluruh dunia," ujarnya, Rabu (28/1).
Direktur IFI, Jules Irrmann, mengaku memilih rotan sebagai simbol ikatan budaya karena merupakan material yang familiar bagi masyarakat Prancis, meskipun tidak tumbuh di negara tersebut.
"Banyak kursi bistro dan kafe ikonik di Prancis terbuat dari rotan yang berasal dari Indonesia," jelasnya.
Eka Kurniawan, salah satu penulis yang tampil dalam acara ini, menyampaikan bahwa acara seperti ini penting untuk mendorong minat baca dan perkembangan sastra di Indonesia.
"Malam Membaca menjadi wadah yang baik bagi penulis dan pembaca untuk bertemu serta saling berbagi," katanya.
Sementara itu, Reda Gaudiamo mengungkapkan kesenangan nya bisa berpartisipasi dalam acara tersebut.
"Saya sangat senang bisa menjadi bagian dari Malam Membaca tahun ini. Semoga acara ini bisa memberikan inspirasi bagi banyak orang, terutama anak-anak, untuk lebih mencintai dunia sastra," ujarnya.
Peluncuran buku Woven Worlds juga menjadi bagian dari perayaan 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Prancis, yang bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan budaya kedua negara kepada pembaca muda melalui narasi yang menarik dan menumbuhkan kesadaran budaya sejak usia dini. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa