RADAR SURABAYA - Tren perhiasan emas di tahun 2026 diperkirakan masih akan mengikuti dinamika pasar dan selera pemakainya.
Meski harga emas cenderung terus mengalami kenaikan, minat masyarakat terhadap perhiasan emas dinilai tetap stabil, khususnya di Surabaya.
Hal tersebut disampaikan Diana Kusuma Atmaja, Manajemen Representatif Wahyu Redjo, di sela pameran perhiasan emas yang digelar di Pakuwon Trade Center (PTC) Surabaya.
Menurutnya, tren perhiasan sangat dipengaruhi oleh karakter dan gaya hidup konsumen di masing-masing daerah.
“Tren perhiasan itu mengikuti selera pasar. Di Surabaya tentu bisa berbeda dengan kota lain. Tapi secara umum, desain yang paling banyak diminati masih yang simpel, elegan, dan klasik,” ujar Diana, Kamis (1/1).
Ia menambahkan, salah satu tren yang masih kuat di 2026 adalah dengan menggunakan teknik stacking.
Stacking merupakan gaya memakai beberapa perhiasan sekaligus, seperti menumpuk cincin di satu jari atau mengombinasikan beberapa kalung dengan panjang berbeda untuk menciptakan tampilan yang lebih personal.
“Kuncinya ada di padu padan. Jangan terlalu ramai, kecuali untuk acara tertentu. Ukuran perhiasan bisa berbeda, tapi tetap harus proporsional dan disesuaikan dengan pakaian serta aktivitas, supaya tetap terlihat elegan dan nyaman dipakai,” jelasnya.
Dalam tren stacking, konsumen juga semakin berani mengombinasikan berbagai bentuk perhiasan.
Cara memainkannya sangat bergantung pada kreativitas pemakai, sehingga hasil akhirnya bisa mencerminkan karakter masing-masing individu.
Diana juga mengungkapkan, kondisi ekonomi nasional yang belum sepenuhnya stabil turut mendorong para produsen perhiasan untuk terus berinovasi. Inovasi tersebut dilakukan agar perhiasan tetap diminati, baik dari sisi desain maupun fungsinya.
“Produsen harus terus berkreasi. Meski harga emas naik, dari pameran ini terlihat bahwa tren dan penjualan perhiasan masih cukup baik,” katanya.
Selain desain, perawatan perhiasan juga menjadi hal penting agar emas tetap tampak berkilau dan menarik. Diana menekankan pentingnya kehati-hatian dalam mengenakan perhiasan sehari-hari.
“Cara memakai sangat berpengaruh. Perhiasan harus benar-benar dijaga, digunakan dengan hati-hati, supaya kilau dan keindahannya tetap terawat,” pungkasnya. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa