Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kota Lama: Menelusuri Jejak Sinyo Krembangan dan Noni Pesapen

Lambertus Hurek • Kamis, 25 Juli 2024 | 16:45 WIB
Nanang Purwono bersama Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Thony blusukan di Krembangan dan Pesapen. Mencari jejak sinyo dan noni tempo doeloe. (IST)
Nanang Purwono bersama Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Thony blusukan di Krembangan dan Pesapen. Mencari jejak sinyo dan noni tempo doeloe. (IST)

 

RADAR SURABAYA - Pada masa penjajahan Belanda ada istilah “sinyo” untuk menyebut anak laki-laki keturunan Belanda dan Indo. Meski sudah jarang dipakai, ada beberapa orang yang menggunakan istilah tersebut sebagai nama panggilan.

Mengutip buku “Sinyo” tulisan Maria Ulfa Hasballah, di keluarga bangsawan, biasanya sinyo dijadikan sebagai panggilan kesayangan untuk anak laki-laki. Karena itu, tak heran jika sinyo kerap dipilih sebagai nama anak.

Agus Purwito, dosen universitas Wijaya Kusuma (UWK) yang berdomisili di Krembangan, menyebut di Krembangan pernah ada sebuah kamp di Jalan Indrapura. Di situ yang disebut sinyo adalah pemuda asal Maluku atau Ambon. Mereka disebut Sinyo Krembangan.

Di kawasan Pesapen, menurut Nanang Purwono dari komunitas Begandring Soerabaia di era kolonial dikenal sebagai Kampung Noni-Noni. Noni adalah sebutan untuk anak perempuan dari keluarga Belanda atau campuran.

"Sebutan Noni ini dikumandangkan oleh penyanyi Belanda kelahiran Surabaya yang baru saja meninggal dunia pada 15 Juli 2024. Yaitu Wieteke Van Dort. Judul lagunya Ajoen Ajoen," tutur Nanang.

“Djangan mandi Kali Pesapen, Kali Pesapen banjak lintah nja, Djangan kawin noni Pesapen, noni Pesapen banjak tingkahnja," begitu syair lagu tentang Noni Pesapen.

Mengapa kawasan Pesapen ada banyak noni-noni?

Nanang menyebut dulu pernah ada panti asuhan untuk anakperempuan. Tentunya mereka cantik dan menarik. Panti asuhan ini bertempat di gedung House of Sampoerna yang didirikan pada 1862.

Kemudian pada 1932 tempat tersebut dibeli oleh Liem Seeng Tee‚ pendiri Sampoerna sebagai pabrik rokok. (rek)

Editor : Lambertus Hurek
#Sinyo Krembangan #kota lama surabaya #Wieteke van Dort Tante Lien #Lagu Ayun Ayun atau Ajoen Ajoen #Noni Pesapen