TAK terasa Ramadan 1445 Hijriyah akan segera berlalu karena sudah memasuki malam ke-27 Ramadan
Akankah kita termasuk orang yang senang ketika Ramadan berlalu. Atau, merasa kehilangan karena di bulan inilah, Allah seolah sedang mengobral pahala bagi kaum muslim yang beriman.
Setiap waktu dalam bulan Ramadan, adalah waktu yang berharga untuk mendulang pahala.
Bukan hanya karena melaksanakan ibadah wajibnya saja, tetapi juga imbalan pahala dari melaksanakan ibadah sunahnya, seperti menjakankan salah tarawih.
Salat tarawih sebagai salat sunnah yang memiliki hukum sunah muakkad, yang artinya salat sunah ini dianjurkan dan diperkuat.
Kini, bulan Ramadan telah mencapai 10 hari terakhir, di mana malam ke-27 menjadi salah satu tanda kemungkinan datangya malam Lailatul Qadar atau malam yang lebih baik dari 1000 bulan.
Oleh karena itu mereka yang siangnya berpuasa diharapkan untuk memanfaatkan malam Ramadan, khususnya di 10 hari terakhir dengan melaksanakan salat tarawih, witir, dan tahajud serta iktikaf di masjid menyambut datangnya malam Lailatul Qadar.
Dalam hadist disebutkan fase 10 hari terakhir Ramadan merupakan pembebasan dari api neraka.
فقد روي من حديث سلمان: وهو شهر أوله رحمة وأوسطه مغفرة وآخره عتق من النار. رواه ابن خزيمة في صحيحه 1887 وقال: إن صح. والبيهقي في شعب الإيمان:
Artinya:
Telah diriwayatkan dari Salman bahwa awal Bulan Ramadan adalah rahmat, di pertengahannya ampunan dan di ujungnya pembebasan dari api neraka. (Diriwayatkan Imam Baihaqi dalam Kitab Syu'bul Iman).
Maka dari itu, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk melaksanakan salat tarawih dengan alasan bahwa siapa pun yang menginginkan pengampunan dosa-dosanya di masa lalu, disarankan untuk melaksanakan sholat sunnah ini.
Hadist Nabi SAW tentang Salat Tarawih :
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (متفق عليه)
Artinya:
“Barang siapa melakukan shalat (Tarawih) pada Ramadan dengan iman dan ikhlas (karena Allah ta’âlâ) maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘Alaih).
Sementara itu, dalam Kitab Durrotun Nashihin karya Syekh Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakir Al-Khaubawiyyi dijelaskan keutamaan salat tarawih pada malam ke-27 sebagai berikut.
Keutamaan Salat Tarawih Malam Ke-27 :
وَفِى اللَّيْلَةِ السَّابِعَةِ وَاْلعِشْرِيْنَ جَازَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ عَلَى الصِّرَاطِ كَاْلبَرْقِ اْلخَاظِفِ.
Artinya:
Pada malam yang ke-27, orang yang mengerjakan Salat Tarawih akan melewati jembatan (sirathal mustaqim) di Hari Kiamat dengan mudah lagi cepat laksana halilintar menyambar. Wallahu a’lam bishawab. (mg1/gus/nug/jay)
Editor : Jay Wijayanto