SURABAYA - M Yunus, 19, salah satu tersangka begal yang beraksi di Jalan Made, Lakarsantri, Surabaya, mengaku belajar membegal dari menonton video yang diunggah di akun media sosial TikTok. Warga Jalan Sikatan Manukan, Surabaya, itu punya tiga anggota komplotan begal.
Dua di antaranya, KS, 16, warga Jalan Balongsari, dan PR, 17, warga Jalan Karangpoh Indah, Tandes, Surabaya. Keduanya sudah diamankan polisi. Sementara satu orang lagi sudah ditangkap Tim Antibandit Polsek Sukomanunggal.
"Saya belajar begal lihat video nyartok di TikTok," ujar Yunus kepada wartawan di Mapolsek Lakarsantri, Selasa (11/7).
Yunus mengaku menjadi otak pembegalan terhadap RD, 16, remaja asal Sememi, Benowo. Dia saat itu membegal korban seusai pesta miras jenis arak di kos. "Korban biar nggak melawan saya bacok. HP korban sudah dijual lewat Facebook," ungkapnya.
Yunus menambahkan, uang hasil penjualan HP dipakai untuk kebetuhan sehari-hari. Selain merampas ponsel, tersangka mengaku juga pernah merampas motor salah satu warga di kawasan Sukomanunggal.
Kapolsek Lakarsantri Kompol Hakim menyatakan, dua tersangka yang masih di bawah umur sudah diproses dan dititipkan ke Bapas Surabaya di Medaeng, Sidoarjo. "Dia cari korban acak. Lakarsantri empat lokasi, Sukomanunggal lima lokasi, dan Asemrowo enam lokasi," sebutnya. (rus/rek)
Editor : Jay Wijayanto