Parade Surabaya Juang 2026 Libatkan 2.150 Peserta, Ini Rute dan Atraksinya

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:24 WIB
Atraksi pertempuran 10 November 1945 pada Parade Surabaya Juang 2025.(dinkominfo)
Atraksi pertempuran 10 November 1945 pada Parade Surabaya Juang 2025.(dinkominfo)

RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melibatkan 2.150 peserta dalam Parade Surabaya Juang 2026 yang digelar Minggu (1/11).

Mengusung tema Suroboyo Wani, parade ini akan menghadirkan teatrikal perjuangan, atraksi kepahlawanan, serta pertunjukan seni dan musik untuk mengenang perjuangan arek-arek Suroboyo dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Kegiatan yang dijadwalkan mulai pukul 14.30 WIB tersebut mengambil titik pemberangkatan di Tugu Pahlawan, Jalan Pahlawan, dan berakhir di kawasan Balai Pemuda atau Alun-Alun Surabaya, Jalan Gubernur Suryo.

Masyarakat dapat menyaksikan berbagai atraksi di sepanjang rute parade yang membentang sekitar 2,5 kilometer.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Herry Purwadi mengatakan, Parade Surabaya Juang 2026 melibatkan peserta dari berbagai unsur masyarakat.

Mereka terdiri atas Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), prajurit TNI dan Polri, Paskibraka, komunitas pecinta sejarah, pemuda, hingga komunitas masyarakat.

Baca Juga: Greenwashing Mengancam Konsumen, Klaim Produk Ramah Lingkungan Perlu Dicermati

“Kehadiran mereka akan membentuk rangkaian parade yang memadukan rekonstruksi sejarah, nilai kebangsaan, dan ekspresi budaya dalam satu perayaan untuk mengenang perjuangan bangsa,” kata Herry di Surabaya, Selasa (27/10).

Rute Parade Surabaya Juang 2026 dan Atraksi Perjuangan

Sepanjang perjalanan, pengunjung akan diajak menyaksikan kembali sejumlah peristiwa penting dalam sejarah perjuangan bangsa.

Adegan yang ditampilkan mencakup perlawanan terhadap ultimatum Sekutu hingga Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Salah satu kisah yang diangkat adalah perjuangan Soegiarto, pemain Persebaya yang meninggalkan lapangan hijau untuk turut mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Kisah tersebut menggambarkan bahwa semangat perjuangan dapat tumbuh dari berbagai kalangan, tanpa memandang latar belakang profesi maupun kehidupan seseorang.

Baca Juga: Pengemudi Mobil Tabrakan Beruntun di Jalan Gubernur Suryo Surabaya Jalani Sidang Perdana

Selain itu, pengunjung dapat menyaksikan teatrikal perjuangan Tentara Genie Pelajar (TGP) di kawasan perempatan gedung eks-Siola.

Atraksi pertempuran 10 November 1945 akan menjadi bagian dari pertunjukan di titik akhir parade.

Rangkaian atraksi tersebut diharapkan menjadi sarana edukasi sejarah bagi masyarakat, terutama anak-anak dan generasi muda, agar semakin mengenal perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan.

Tema Suroboyo Wani, Warisan Semangat Kepahlawanan

Herry menjelaskan, tema Suroboyo Wani tidak hanya merefleksikan keberanian arek-arek Suroboyo dalam menghadapi penjajah. Semangat tersebut juga relevan untuk menghadapi tantangan kehidupan masa kini.

Jika dahulu para pejuang mempertaruhkan jiwa dan raga demi kemerdekaan, generasi sekarang dapat meneruskan perjuangan melalui pendidikan, kreativitas, prestasi, pelestarian budaya, olahraga, serta kepedulian terhadap sesama.

“Semangat wani harus terus hidup dalam diri arek-arek Suroboyo. Kalau dahulu para pejuang berani mempertaruhkan jiwa dan raga demi kemerdekaan, sekarang kita bisa meneruskannya dengan berani belajar, berkarya, berprestasi, menjaga persaudaraan, dan memberikan kontribusi positif bagi kota,” ujarnya.

Pemkot Surabaya mengajak masyarakat untuk menghadiri Parade Surabaya Juang 2026 bersama keluarga.

Anak-anak dan generasi muda juga diharapkan ikut menyaksikan kegiatan tersebut agar dapat memahami nilai perjuangan, keberanian, dan persatuan yang diwariskan para pahlawan.

Melalui parade ini, semangat kepahlawanan diharapkan tidak berhenti sebagai kenangan sejarah, tetapi terus menjadi inspirasi bagi warga untuk menjaga persaudaraan dan berkontribusi dalam pembangunan Kota Surabaya.(rmt) 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
parade surabaya juang 2026 suroboyo wani pertempuran 10 November 1945 Tugu Pahlawan pemkot surabaya