RADAR SURABAYA - Sebanyak 14 pasien di tempat rehabilitasi narkoba Yayasan Omah Sehat Bersinar, Jalan Pucang Taman, Gubeng, Kota Surabaya, kabur, Senin (12/10) siang. Kaburnya belasan pasien tersebut sempat mengagetkan warga sekitar.
Ketua RT 4 Santoso mengatakan, kejadian tersebut berlangsung sangat cepat. Dia semula mendapatkan kabar dari warga setempat saat pasien rehab narkoba kabur.
Baca Juga: Oknum Dosen UPN Veteran Jatim Diduga Seksis Belum Dipecat, Tunggu Rekomendasi PPK-BK
"Warga pada takut karena mengira mereka kelompok tawuran. Ternyata pasien rehabilitasi," ujar Santoso, Rabu (14/10).
Ia mengaku tidak tahu berapa jumlah pasti pasien rehabilitasi yang kabur. Menurutnya, usai magrib banyak polisi datang ke rumah rehabilitasi.
Pengamatan Radar Surabaya pada Rabu (14/10) siang, kondisi rumah rehabilitasi tampak sepi dan pintu gerbangnya tertutup. Di depan rumah tampak ada satu unit mobil terparkir.
Kepala BNNK Surabaya Kombes Pol Heru Prasetyo mengatakan, usai kejadian tersebut pihak BNNK Surabaya menjadwalkan akan mengundang pimpinan rumah rehabilitasi tersebut.
"Kami telah agendakan atau jadwalkan untuk mengundang pimpinan atau penanggung jawabnya guna dilakukan klarifikasi," ucapnya.
Kepala Tim Rehabilitasi BNNP Jatim Singgih Widi Pratomo mengaku mendapatkan informasi kaburnya pasien rehabilitasi pertama kali dari media sosial. Anggota BNNP Jatim langsung meluncur ke lokasi.
Baca Juga: Transformasi Layanan BRI Raih 36 Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026
Berdasarkan hasil keterangan dari pengurus Yayasan Omah Sehat Bersinar, kejadian tersebut terjadi saat pengawasan di lokasi minim. Saat kejadian di lokasi terdapat klien rehabilitasi 35 orang. Namun, jumlah petugas yang berjaga hanya ada tiga orang.
Ketika salah satu petugas hendak memasuki ruang perawatan klien, ternyata langsung diserang pasien rehabilitasi. Akibatnya salah satu petugas mengalami luka-luka.
"Sempat petugas terluka. Akhirnya mereka berhamburan lari. Yang keluar versi lembaga rehab kurang lebih ada 14 orang," ucapnya.
Dari 14 orang tersebut, rinciannya 11 orang merupakan klien kiriman Tim Asesmen Terpadu (TAT) BNNP Jatim, 1 orang kiriman TAT BNNK Surabaya dan 1 orang volunteer. (rus)
Editor : Lambertus Hurek