Gen Z Surabaya Didorong Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kampung

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 21:32 WIB
Anak muda di Surabaya memanfaatkan balai RT sebagai tempat berusaha setelah Pemkot Surabaya menggelontorkan dana pemberdayaan untuk Gen Z. (Rahmat Sudrajat)
Anak muda di Surabaya memanfaatkan balai RT sebagai tempat berusaha setelah Pemkot Surabaya menggelontorkan dana pemberdayaan untuk Gen Z. (Rahmat Sudrajat)

RADAR SURABAYA – Generasi Z di Surabaya didorong tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial dan kepemudaan, tetapi juga menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi kampung.

Semangat tersebut mulai terlihat di Kelurahan Kutisari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, melalui inisiatif Karang Taruna RW 02 yang mengembangkan usaha produktif bagi kalangan muda.

Karang Taruna RW 02 Kutisari saat ini tengah menyelesaikan administrasi dan menunggu proses verifikasi program pemberdayaan pemuda.

Program tersebut diharapkan menjadi wadah bagi anak muda untuk mengembangkan usaha bersama sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi.

Ketua Karang Taruna RW 02 Kutisari Gilang Dwi Nugroho mengatakan, program pemberdayaan tersebut memberikan kesempatan kepada pemuda untuk mengembangkan kemampuan kewirausahaan.

Baca Juga: Epson SureColor V4000 Resmi Hadir di Indonesia, Printer UV Flatbed Ringkas untuk Bisnis

"Program ini sangat membantu teman-teman pemuda. Selain untuk kegiatan kampung, juga bisa menjadi peluang mengembangkan usaha yang produktif," ujar Gilang, Rabu (7/10).

Menurut dia, keterlibatan pemuda dalam kegiatan ekonomi dapat membuka peluang lahirnya usaha-usaha baru di tingkat kampung.

 Selain meningkatkan pendapatan, aktivitas tersebut diharapkan memperkuat kebersamaan dan kemandirian warga.

Gen Z Jangan Hanya Jadi Penonton

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan Anas Karno mengapresiasi langkah pemuda Kutisari yang mulai mengarahkan kegiatan organisasi ke sektor ekonomi produktif.

Dia menilai, langkah tersebut menjadi contoh bagaimana program kepemudaan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Saya sangat mengapresiasi upaya teman-teman Gen Z di Kutisari yang tidak hanya berpikir tentang kegiatan organisasi,

tetapi juga bagaimana menciptakan usaha yang bisa meningkatkan perekonomian kampung. Ini contoh yang sangat baik dan patut diteladani oleh Gen Z di wilayah lain," kata Anas.

Baca Juga: Karya Opini Siswa SMA Progresif Bumi Shalawat Dibedah di Radar Surabaya

Anas menegaskan, generasi muda harus mengambil peran lebih besar dalam pembangunan.

 Mereka tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus mampu menciptakan perubahan dan peluang ekonomi baru.

"Ketika anak-anak muda mulai bergerak membangun usaha dan menciptakan aktivitas ekonomi yang produktif, dampaknya bukan hanya untuk mereka sendiri, tetapi juga untuk kemajuan kampung.

 Gen Z bisa menjadi salah satu motor penggerak perekonomian kampung di Surabaya," tegasnya.

Anggaran Gen Z Harus Menggerakkan Ekonomi

Pemberdayaan ekonomi pemuda tersebut sejalan dengan kebijakan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

 Pemkot Surabaya mendorong agar anggaran untuk kegiatan Gen Z tidak berhenti pada aktivitas kepanitiaan atau seremonial.

Eri menegaskan, penggunaan anggaran harus diarahkan pada kegiatan yang mampu menggerakkan perekonomian dan memberikan penghasilan bagi anak muda.

"Kita tidak memberikan anggaran ini untuk kegiatan yang bersifat kepanitiaan. Tapi yang bersifat bagaimana bisa menggerakkan penghasilan, ekonomi, dan punya penghasilan," ujar Eri.

Pemkot Surabaya bersama DPRD Surabaya pun terus mendorong program pemberdayaan pemuda agar berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.

Keterlibatan Gen Z dalam pengembangan usaha di tingkat kampung diharapkan tidak hanya menciptakan sumber pendapatan baru bagi pemuda, tetapi juga menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat di berbagai wilayah Surabaya. (rmt)

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
pemberdayaan pemuda karang taruna Gen Z Eri Cahyadi