Karya Opini Siswa SMA Progresif Bumi Shalawat Dibedah di Radar Surabaya

Dimas Mahendra • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 17:58 WIB
SERIUS: Kegiatan Pelatihan Jurnalistik SMA Progresif Bumi Shalawat di Radar Surabaya. (Dimas Mahendra/Radar Surabaya)
SERIUS: Kegiatan Pelatihan Jurnalistik SMA Progresif Bumi Shalawat di Radar Surabaya. (Dimas Mahendra/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA - Belajar jurnalistik tidak berhenti pada teori menulis. Sebanyak 12 siswi kelas XI SMA Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo mendapat kesempatan menguji langsung karya opini mereka melalui sesi presentasi dan evaluasi saat mengikuti kunjungan serta pelatihan jurnalistik di Radar Surabaya, Rabu (7/10).

Para siswi yang tergabung dalam Redaksi Jurnal Pelajar tersebut mempresentasikan tulisan opini yang telah mereka susun. Satu per satu karya kemudian dibedah untuk melihat kekuatan gagasan, ketajaman sudut pandang, penggunaan data, alur tulisan, hingga penyusunan judul. Sehari sebelumnya, para siswa tersebut juga mendapatkan materi tentang penulisan jurnalistik yang baik dan benar.

Baca Juga: Siswa SMA Progresif Bumi Shalawat Belajar Menulis Opini bersama Pimred Radar Surabaya

Manajer Online Radar Surabaya Firman Syah mengatakan, salah satu bagian penting dalam menulis opini adalah menentukan judul yang mampu menarik perhatian pembaca sekaligus tetap berpijak pada fakta.

Menurut dia, judul opini dapat menggunakan pendekatan hook atau pertanyaan yang memancing pembaca untuk berpikir. Namun, pertanyaan tersebut harus berangkat dari persoalan yang jelas dan didukung fakta.

Baca Juga: Siswa SMA Progresif Bumi Shalawat Ikuti Pelatihan Jurnalistik di Radar Surabaya

"Judul opini itu bisa berupa pertanyaan berdasarkan fakta. Misalnya, menumpuknya sampah terlalu banyak. Itu harus ditambahi apa penyebabnya, tanda tanya," ujar Firman.

Dalam sesi evaluasi, Firman juga mengingatkan para siswa agar menyusun opini dengan alur yang runtut. Tulisan perlu diawali pembuka yang kuat, dilengkapi data dan fakta, kemudian dikembangkan melalui gagasan serta argumen yang jelas sebelum ditutup dengan kesimpulan atau solusi.

Baca Juga: Kunjungan Siswa SMA Progresif Bumi Shalawat ke YKAI Surabaya, di Rumah Kedua Pejuang Kecil Kanker, Harapan Terus Tumbuh

Ia menilai para siswa mulai mampu menemukan gagasan utama dan menentukan sudut pandang yang spesifik. Namun, penguatan data dan sumber tetap diperlukan agar opini tidak sekadar menjadi pendapat pribadi.

"Ketika kita membuat opini, kita harus punya sudut pandang, kita harus punya positioning, kita harus punya sikap," tegasnya.

Baca Juga: Kunjungan Siswa SMA Progresif Bumi Shalawat ke RS Menur Surabaya, Soroti Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Sejak Dini

Firman juga mendorong siswa menggunakan bahasa yang sederhana dan komunikatif. Argumen harus disusun secara berurutan, tidak menyerang pribadi, serta mampu memberikan perspektif berbeda terhadap persoalan yang diangkat.

Baca Juga: Asah Skill Jurnalistik Sejak Dini, Siswa SMA Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo Belajar Langsung di Radar Surabaya

Selain itu, setiap tulisan perlu melalui proses penyuntingan sebelum dikirim atau dipublikasikan. Menurut dia, proses editing penting untuk memastikan tulisan lebih rapi sekaligus membuat gagasan yang disampaikan mudah dipahami pembaca.

Sementara itu, guru pendamping SMA Progresif Bumi Shalawat Ustazah Nurul Fitriani Winarsi mengatakan kegiatan tersebut mendapat respons positif dari para siswa. Program tersebut memang diarahkan untuk melatih kemampuan menulis sekaligus mengolah temuan di lapangan menjadi karya jurnalistik.

Sebanyak 12 siswi yang mengikuti kegiatan merupakan peserta program Sustainable Development Goals (SDGs) sekolah, khususnya kelompok yang berfokus pada kepenulisan melalui Redaksi Jurnal Pelajar.

"Alhamdulillah positif. Karena memang anak-anak di sini berlatih untuk menulis," ujar Fitri.

Sebelum berkunjung ke Radar Surabaya, para siswa terlebih dahulu melakukan kegiatan lapangan. Mereka mengunjungi panti asuhan dan pondok lansia untuk mengumpulkan data, melakukan wawancara, serta mengamati berbagai persoalan di lokasi.

Temuan tersebut kemudian menjadi bahan bagi siswa untuk berlatih menuangkannya dalam bentuk berita maupun opini.

"Ketika datang ke Radar, mereka akan berlatih menulis berita sama opini. Di sini biar kunjungan mereka kemarin ke pondok sama ke panti itu dituangkan di tulisan," jelasnya.

Menurut Fitri, pengalaman turun langsung ke lapangan penting agar tulisan siswa tidak hanya dibangun berdasarkan asumsi. Data dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi pijakan untuk mengembangkan gagasan secara lebih kuat.

Ia berharap karya para siswa tidak sekadar menjadi tugas pembelajaran, tetapi juga mampu membangun kesadaran pembaca terhadap berbagai persoalan di lingkungan sekitar.

"Harapannya, dari tulisannya anak-anak ini bisa membuka kesadaran masyarakat ketika membaca," tuturnya.

Kegiatan jurnalistik tersebut juga tidak berhenti setelah kunjungan ke Radar Surabaya. SMA Progresif Bumi Shalawat menyiapkan tindak lanjut melalui komunitas Aksara sebagai wadah bagi siswa yang memiliki ketertarikan lebih dalam pada dunia kepenulisan.

Fitri menjelaskan, tidak semua peserta tergabung dalam komunitas tersebut. Namun, siswa yang memiliki minat dan kemampuan menulis akan diarahkan untuk mengembangkan data serta pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program SDGs.

"Biasanya nanti kalau sudah dari kegiatan SDGs ini, anak-anak akan diarahkan, silakan data yang kemarin didapat, baik dari Radar, dari panti, itu dikerahkan menjadi sebuah cerpen untuk nanti diikutkan ke lomba-lomba," katanya.

Dengan pola tersebut, pengalaman jurnalistik yang diperoleh siswa diharapkan tidak berhenti pada satu karya. Data lapangan dapat dikembangkan menjadi berbagai bentuk tulisan, mulai dari berita dan opini hingga karya fiksi.

Kunjungan dan pelatihan jurnalistik tersebut sekaligus memberikan pengalaman kepada siswa bahwa menulis bukan sekadar merangkai kata. Ada proses mencari fakta, menentukan sudut pandang, membangun argumen, melakukan penyuntingan, hingga memastikan tulisan memberikan manfaat bagi pembaca. (dim/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar surabaya
karya progresif sma opini jurnalistik