Bulan Baru Picu Banjir Rob, BMKG Tanjung Perak Minta Warga Pesisir Jatim Waspada

Lambertus Hurek • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 17:12 WIB

 

Genangan air laut akibat banjir rob di kawasan Kenjeran Park Surabaya. (Lambertus Hurek/Radar Surabaya)
Genangan air laut akibat banjir rob di kawasan Kenjeran Park Surabaya. (Lambertus Hurek/Radar Surabaya)

 

RADAR SURABAYA – Warga di sejumlah kawasan pesisir Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob pada 4–10 Oktober 2026. Fenomena pasang maksimum diperkirakan bertepatan dengan periode menuju bulan baru pada 10 Oktober 2026 pukul 22.50 WIB.

BMKG Maritim Tanjung Perak memperkirakan pasang maksimum di sejumlah wilayah pesisir dapat mencapai 130–150 sentimeter. Periode paling rawan diprakirakan berlangsung pada malam hari, sekitar pukul 19.00–23.00 WIB.

Potensi rob terutama perlu diantisipasi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir Surabaya Barat, Gresik, Lamongan, hingga Tuban. Wilayah dengan elevasi rendah menjadi kawasan yang lebih rentan mengalami genangan ketika muka air laut meningkat.

Baca Juga: PKL Manukan Surabaya Minta Jangan Ada Diskriminasi Penertiban  

Fenomena bulan baru pada 10 Oktober 2026 pukul 22.50 WIB menjadi salah satu faktor astronomis yang perlu diperhatikan dalam kondisi pasang-surut air laut. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan di kawasan pesisir yang memiliki kerentanan terhadap rob.

Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat apabila air laut masuk ke permukiman maupun kawasan dengan sistem drainase yang kurang mampu menampung limpasan. Aktivitas ekonomi di wilayah pesisir juga perlu menyesuaikan kondisi pasang-surut.

Sektor pelabuhan menjadi salah satu kawasan yang perlu mendapat perhatian. Genangan akibat pasang tinggi dapat mengganggu mobilitas kendaraan dan aktivitas operasional. Kegiatan bongkar muat juga perlu mempertimbangkan perkembangan pasang-surut air laut.

Hal serupa berlaku bagi aktivitas perikanan darat dan petani garam yang berada di kawasan pesisir. Perubahan muka air laut berpotensi memengaruhi kegiatan produksi apabila terjadi genangan di area kerja.

Baca Juga: Layanan Posyandu Surabaya Diperluas  

Meski demikian, tingkat risiko rob tidak sama di setiap daerah. Kondisi tersebut dipengaruhi elevasi wilayah, karakteristik garis pantai, sistem drainase, serta kondisi lingkungan pesisir masing-masing lokasi.

Masyarakat di pesisir Surabaya Barat, Gresik, Lamongan, dan Tuban diimbau terus memantau informasi cuaca maritim dan pasang-surut dari BMKG. Kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama pada malam hari saat pasang maksimum diprakirakan terjadi.

Dengan pasang maksimum mencapai 130–150 sentimeter dan fenomena bulan baru pada 10 Oktober, warga serta pelaku usaha pesisir diharapkan menyiapkan langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak genangan selama periode rawan tersebut. (*)

Editor : Lambertus Hurek
pasang maksimal surabaya Prakiraan Cuaca BMKG bulan baru