Layanan Posyandu Surabaya Diperluas  

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 16:56 WIB
CEGAH STUNTING: Pelayanan Posyandu di Surabaya kini terintegrasi enam layanan dasar. (Andy Satria/Radar Surabaya)
CEGAH STUNTING: Pelayanan Posyandu di Surabaya kini terintegrasi enam layanan dasar. (Andy Satria/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA - Fungsi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Surabaya kini diperluas menjadi pusat pelayanan dasar masyarakat terintegrasi. Sebanyak 2.036 Posyandu diarahkan untuk mendukung enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Keenam SPM itu mencakup kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial. Transformasi tersebut dibahas dalam Sarasehan Posyandu (Sahdu) Surabaya 2026 di Graha Sawunggaling, Kantor Pemkot Surabaya, Senin (5/10).

Baca Juga: BRI Peduli Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak melalui Posyandu Matahari di Desa Brilian Hargobinangun Sleman

Ketua Tim Pembina Posyandu Surabaya Rini Indriyani menegaskan, integrasi enam SPM tidak mengubah kegiatan Posyandu yang sudah berjalan, melainkan memperluas cakupan pelayanan dan menghubungkan data antarbidang.

 "Posyandu itu sebenarnya sudah dilaksanakan di Kota Surabaya. Bahkan, mereka sudah mengawasi siklus hidup mulai dari ibu hamil, remaja, balita sampai lansia," ujar Rini, Selasa (6/10).

Baca Juga: Peringatan Hari Posyandu Nasional 2026, Gubernur Khofifah Tekankan Peran Strategis Posyandu Berbasis 6 SPM 

 Ia menjelaskan, masalah kesehatan warga sering kali berkaitan dengan aspek lain di lingkungannya, sehingga penanganannya harus lintas sektor.

 "Ketika ada anak yang stunting, ada anak yang kurang gizi, itu pasti di lingkungannya dia tidak sehat. Mungkin rumahnya tidak layak huni, pembuangan sampahnya tidak bagus, gorong-gorongnya tidak bagus. Sehingga enam SPM ini memang harus hadir di sana," jelasnya.

Baca Juga: Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Keluarga dalam Edukasi Diabetes Berbasis Teknologi Augmented Reality melalui Inovasi Chronic Care Model

 Integrasi diperkuat melalui aplikasi Sayang Warga. Data yang sebelumnya dicatat secara manual atau tersebar di berbagai sistem kini disatukan dalam satu basis informasi. Sehingga, kondisi kesehatan, pendidikan, tempat tinggal, hingga kebutuhan sosial warga dapat dipantau secara menyeluruh.

 "Ini sebenarnya sudah dilakukan oleh Kota Surabaya, hanya mungkin belum terintegrasi secara pelaporannya. Dengan adanya Sayang Warga Posyandu ini harapannya semua bisa dilihat di sana," katanya.

Baca Juga: Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Keluarga dalam Edukasi Diabetes Berbasis Teknologi Augmented Reality melalui Inovasi Chronic Care Model

Kader tetap melayani seperti biasa di Posyandu masing-masing. Perubahan utamanya terletak pada sistem pendataan dan keterhubungan layanan, sehingga informasi dari lapangan dapat menjadi dasar pemerintah menentukan intervensi yang lebih tepat sasaran.

 "Tidak mengubah apa pun yang sudah dilaksanakan di lapangan, hanya kita mengintegrasikan dengan enam SPM ini saja," pungkasnya. (rmt/rek)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar surabaya
diperluas pelayanan layanan stunting posyandu