RADAR SURABAYA – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Jawa Timur mengalami peningkatan selama musim kemarau panjang tahun ini. Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim mencatat rata-rata kasus ISPA pada Januari hingga September 2026 mencapai sekitar 147.000 kasus per bulan, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Dinkes Jatim Erwin Astha Triyono menjelaskan, rata-rata kasus ISPA sepanjang 2025 tercatat sebanyak 117.000 kasus per bulan. Namun, memasuki 2026, jumlah tersebut meningkat sekitar 25,6 persen menjadi rata-rata 147.000 kasus per bulan. Bahkan, pada Agustus lalu, jumlah kasus ISPA sempat mencapai lebih dari 200.000 kasus.
Peningkatan tersebut diduga berkaitan dengan kondisi musim kemarau yang disertai sejumlah faktor pendukung, termasuk polusi udara.
"Meskipun pada Agustus sempat terjadi puncaknya yang mencapai sekitar 200.000 lebih kasus, pola ini memang berkaitan erat dengan musim kemarau yang kerap disertai faktor pendukung seperti polusi udara," ujar Erwin, Jumat (2/10).
Dia merinci, lima daerah dengan kontribusi kasus ISPA tertinggi di Jawa Timur saat ini meliputi Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Kabupaten Malang, dan Kota Malang.
Meski terjadi peningkatan kasus, Erwin memastikan fasilitas pelayanan kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit, masih mampu menangani lonjakan pasien. Kesiapan layanan kesehatan terus dipantau agar masyarakat tetap mendapatkan penanganan yang dibutuhkan.
Baca Juga: Wali Kota Surabaya Lantik 85 Pejabat Baru, 48 Promosi dan 37 Rotasi
Dinkes Jatim juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, seperti bayi, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta masyarakat dengan penyakit penyerta atau komorbid.
Kelompok tersebut diimbau segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala ISPA yang tidak kunjung membaik. Langkah ini penting untuk mencegah kondisi semakin parah dan mengurangi risiko komplikasi.
"Strategi penanganan saat ini difokuskan melalui sistem surveillance di site sentinel yang berpusat di Kota Malang. Rumah sakit dan puskesmas di daerah juga terpantau siap siaga, dengan tingkat keterisian di rumah sakit yang masih terkendali di kisaran 40 hingga 60 persen," tambahnya.
Sebagai upaya pencegahan, Dinkes Jatim mengingatkan masyarakat agar tetap menerapkan pola hidup sehat, terutama di tengah kondisi cuaca kering dan potensi penurunan kualitas udara. Masyarakat yang sedang sakit maupun berada di tengah kerumunan diimbau konsisten menggunakan masker untuk mengurangi risiko penularan melalui droplet.
Selain itu, pemenuhan nutrisi seimbang dan istirahat yang cukup juga perlu diperhatikan untuk menjaga daya tahan tubuh. Masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap gejala ISPA, terutama jika keluhan berlangsung lama atau semakin memburuk. (mus)
Editor : Lambertus Hurek