Diduga Rudapaksa Adik Ipar hingga Hamil, Dokter di Surabaya Dilaporkan ke Polda Jatim

M. Mahrus • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 21:31 WIB
MELAPOR: Korban (tengah) melaporkan dugaan rudapaksa ke Polda Jatim yang dilakukan seorang dokter di Surabaya hingga ia hamil dan melahirkan.(IST/RADAR SURABAYA)
MELAPOR: Korban (tengah) melaporkan dugaan rudapaksa ke Polda Jatim yang dilakukan seorang dokter di Surabaya hingga ia hamil dan melahirkan.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Nasib memilukan dialami SR, 30, perempuan yang tinggal bersama kakaknya di Surabaya. Dia diduga dilecehkan dan dirudapaksa kakak iparnya yang berprofesi dokter hingga hamil kemudian melahirkan bayi. 

Kasus tersebut kini dilaporkan korban SR ke SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polda Jatim pada Senin 28 September 2026. Laporan korban terbit dengan nomor LP/B/1289/IX/2026/SPKT/POLDA JAWA TIMUR.

Salah satu pendamping hukum korban Purnama mengatakan, terduga pelaku adalah seorang dokter berinisial SKH. Aksi rudapaksa itu dialami korban sejak Juni 2025 di apartemen Jalan Tidar dan apartemen kawasan Surabaya Timur.

Baca Juga: Leo/Daniel Raih Emas Asian Games 2026, Kalahkan Liang/Wang dalam Duel Sengit

Kejadian rudapaksa pertama kali terjadi pada Juni 2025. "Saat itu korban ditinggal kakaknya pergi mengantar anaknya sekolah. Saat korban tidur, ada yang meremas payudaranya," ucapnya, Selasa (29/9).

Korban yang mendapatkan tindakan tak senonoh lalu bangun tidur. Dia kaget dihadapannya SKH yang tak lain adalah kakak iparnya. Korban saat itu sempat berontak dan menolak. Namun, SKH memaksa dan semakin beringas serta mengancam korban.

"SKH menindih badan korban sambil membawa pisau mengancam untuk menuruti hawa nafsu sambil menciumi korban. Lalu membuka resleting celananya," terangnya.

Baca Juga: 58 ASN Pemkot Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Terlibat Pungli dan Bolos

Korban yang di bawah tekanan terpaksa melayani nafsu pelaku. Usai melakukan ruda paksa, SKH mengancam korban agar tidak bercerita kepada orang lain. Apabila korban bercerita diancam akan dibunuh.

Aksi bejat itu kemudian terulang kembali dan berlangsung hingga beberapa kali di tempat tinggalnya. Korban dan kakaknya tinggal di tempat yang sama. "Aksi tersebut selalu dilakukan ketika sang kakak mengantarkan anaknya sekolah," sebutnya.

Seiring berjalannya waktu, korban ternyata hamil. Dua pekan lalu korban baru saja melahirkan bayi diduga anak dari dokter SKH. "Korban sendiri tidak memiliki suami. Laporan sudah kami lakukan kemarin," tuturnya.

Baca Juga: Pendidikan Gratis Dinilai Tak Cukup, Pakar Umsura Soroti Pungutan Sekolah dan Kualitas Belajar

Terlapor merupakan anak dari seorang dokter spesialis paru di Pamekasan. Sementara ibu terlapor juga dokter. 

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan telah menerima laporan terkait dugaan tindak pidana kekerasan seksual tersebut. 

"Benar. Polda Jawa Timur telah menerima laporan terkait dugaan tindak pidana kekerasan seksual sebagaimana yang dikonfirmasikan. Laporan tersebut saat ini sedang ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku," ucapnya. 

Ia menjelaskan terkait materi laporan maupun hal-hal lainnya, masih akan dilakukan pendalaman. (rus/gun)

Editor : Guntur Irianto
Sumber : radar surabaya
kakak ipar Polda Jatim Pelaporan melahirkan hamil