178 Peserta PPDS Unair Diduga Keracunan, Ini Penjelasan RSUD Dr. Soetomo

Dimas Mahendra • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 14:44 WIB
Direktur RSUD Dr. Soetomo, Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, dr., Sp.DVE., Subsp.DAI., FINSDV., FAADV (tengah) saat gelar konferensi pers, Selasa (29/9). (Dimas Mahendra)
Direktur RSUD Dr. Soetomo, Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, dr., Sp.DVE., Subsp.DAI., FINSDV., FAADV (tengah) saat gelar konferensi pers, Selasa (29/9). (Dimas Mahendra)

RADAR SURABAYA – Sebanyak 178 peserta kegiatan prapendidikan (Pradik) Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan makanan.

RSUD Dr. Soetomo masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebabnya.

Dari 289 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut, 172 orang merupakan peserta PPDS. Selain itu, enam tenaga cleaning service juga dilaporkan mengalami gejala.

Direktur RSUD Dr. Soetomo, Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, dr., Sp.DVE., Subsp.DAI., FINSDV., FAADV, mengatakan pihak rumah sakit langsung melakukan investigasi dan penanganan terhadap peserta yang mengalami gejala.

Rumah sakit juga mengamankan makanan yang diduga dikonsumsi peserta untuk menjalani pemeriksaan di sejumlah instansi, termasuk Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Polda.

Baca Juga: Harga BBM Nonsubsidi Oktober 2026 Berpotensi Naik, Pertalite Tetap

“Jadi sesuai dengan standar rumah sakit, ya kita melakukan investigasi dan melakukan penanganan pada pasien yang bersangkutan, tentu.

Kemudian ya melakukan pemeriksaan atau pengamanan pada dugaan makanan tersebut untuk diperiksa di laboratorium Labkesmas, kemudian BPOM, dan Polda,” kata Prof Cita, Selasa (29/9) 

Enam Orang Sempat Diobservasi di IGD

Sebanyak enam orang sempat menjalani observasi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr. Soetomo. Sebagian peserta yang menjalani observasi kemudian diperbolehkan pulang.

Satu tenaga cleaning service yang sebelumnya menjalani observasi juga telah diperbolehkan pulang.

Cita menegaskan, munculnya gejala setelah peserta mengonsumsi makanan belum dapat menjadi bukti bahwa makanan tersebut merupakan sumber masalah.

Menurut dia, dugaan keracunan masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan laboratorium.

“Namanya dugaan belum pasti, ya. Jadi dugaan itu adalah ada gejala, kemudian ada makanan yang dimakan, maka kemungkinan itu dugaan, dan tentu kita menunggu hasil dari laboratorium,” jelasnya.

Makanan PPDS Unair Disediakan Vendor

Kegiatan Pradik PPDS berlangsung di RSUD Dr. Soetomo karena rumah sakit tersebut merupakan Rumah Sakit Pendidikan Utama Unair.

Sementara itu, makanan yang dikonsumsi peserta disediakan oleh FK Unair melalui vendor dari luar kampus. Makanan tersebut bukan diproduksi oleh dapur fakultas.

Cita mengatakan peserta mengikuti kegiatan sesuai jadwal sehingga tidak mengonsumsi makanan lain di luar konsumsi yang disediakan dalam kegiatan tersebut.

Namun, setiap peserta memiliki pola konsumsi yang berbeda.

Sebagian peserta, misalnya, tidak mengonsumsi jenis makanan tertentu karena menjalani pola makan vegetarian.

“Kalau yang vegetarian malah aman, cuma makan telur sama nasi sama sayur. Jadi ya mungkin, mungkin itu daging, tapi tentu saja kita tidak bisa memastikan sebelum ada laboratorium,” ujarnya.

Unair Hentikan Sementara Kegiatan Pradik

Di sisi lain, Unair memastikan kondisi peserta PPDS menjadi prioritas setelah munculnya dugaan kejadian tersebut.

Koordinator Bidang Media dan Branding Pusat Hubungan Masyarakat dan Protokol (PHMP) Unair, Gesang Manggala Nugraha Putra, mengatakan pihak kampus juga memastikan proses pendidikan peserta tetap berjalan.

Baca Juga: Layani Transaksi Perbankan, BRILink Agen di Semarang juga Aktif Edukasi Masyarakat Cegah Penipuan  

Untuk sementara, kegiatan Pradik yang dijadwalkan berlangsung hingga 2 Oktober diliburkan pada hari kejadian. Keputusan mengenai kelanjutan kegiatan berikutnya akan dibahas oleh pimpinan universitas.

“Kami memastikan bahwa proses akademik pasti akan berlanjut dan kami akan memfasilitasi seluruh mahasiswa PPDS agar proses akademiknya tidak sampai terhambat,” ujar Gesang.

Unair Tunggu Hasil Laboratorium

Terkait dugaan sumber keracunan, Unair belum mengambil kesimpulan. Pihak kampus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebelum menentukan langkah lebih lanjut terhadap penyedia makanan.

Gesang mengatakan makanan memang berasal dari FK Unair, tetapi disediakan oleh vendor dari luar kampus.

Ia juga belum memperoleh informasi mengenai tindak lanjut terhadap pihak penyedia makanan.

Menurutnya, kampus tidak ingin mengambil keputusan secara tergesa-gesa sebelum hasil pemeriksaan objektif diperoleh.

“Kami dari Humas Universitas Airlangga belum mendapatkan informasi terkait dengan tindak lanjut yang dilakukan kepada penyedia, nggih.

Namun, tentunya kami juga tidak berani mengambil langkah gegabah. Kami akan tetap menunggu hasil laboratorium,” katanya.

Gesang meminta semua pihak menahan diri dan tidak menyimpulkan penyebab munculnya gejala sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

“Jadi memang bijaknya kita semua menahan diri, menunggu hasil yang objektif dari laboratorium,” pungkasnya.

Dengan demikian, dugaan keracunan yang dialami 178 orang dalam kegiatan Pradik PPDS Unair hingga kini belum dapat dipastikan penyebabnya.

RSUD Dr. Soetomo masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebabnya.(dim) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
PPDS Unair Pradik PPDS rsud dr soetomo universitas airlangga