Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Rencanakan PMR jadi Ekskul Wajib Pilihan SD-SMP

Abdullah Munir • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 18:02 WIB
APRESIASI: Walikota Surabaya Eri Cahyadi bersama ketua harian PMI Surabaya Taufik Rohman saat meninjau salah satu peserta festival PMI.(IST/RADAR SURABAYA)
APRESIASI: Walikota Surabaya Eri Cahyadi bersama ketua harian PMI Surabaya Taufik Rohman saat meninjau salah satu peserta festival PMI.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Semangat kemanusiaan dan jiwa kepahlawanan berkibar hangat di tengah ribuan kader Palang Merah Remaja (PMR) serta PMI Kota Surabaya, Sabtu (26/9/2026).

Momen tersebut terpancar saat Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan arahan penuh motivasi yang membakar semangat para generasi muda di Kota Pahlawan yang berlangsung di Surabaya Expo Center (SUBEC).

Dalam arahannya, Eri mengungkit kembali peristiwa bersejarah tahun 1945. Momen heroik perobekan warna biru bendera Belanda menjadi Sang Saka Merah Putih di Hotel Yamato mengandung filosofi mendalam bagi generasi penerus.

Baca Juga: Opera Kolosal, Mengingat Kembali 81 Tahun Perobekan Bendera di Hotel Yamato Jalan Tunjungan Surabaya

"Sang Merah Putih harus selalu berkibar di seluruh penjuru Indonesia. Tapi yang membuat saya bangga, Sang Merah Putih harus selalu berkibar di hati arek-arek Suroboyo," tegasnya membakar semangat para peserta.

Eri menjelaskan, makna "berkibar" di dalam jiwa warga Surabaya adalah keberanian dalam menegakkan kebenaran, saling membantu, dan bergotong royong demi kebaikan bersama. Hal ini sejalan dengan slogan Youth for Humanity yang diusung oleh para pemuda.

"Apalah arti kita merdeka kalau tidak punya nilai-nilai kemanusiaan. Apalah arti menjadi manusia kalau hati kita tidak bisa menolong orang lain," tegasnya.

Baca Juga: 1.517 Wisudawan Unesa IPK Rata-rata 3,8- 3,9, Pesan Rektor Jangan Sampai Lulusan Hebat Kita Dilirik

Sebagai bentuk dorongan nyata, Wali Kota Eri menyampaikan apresiasi tinggi kepada PMI Kota Surabaya yang dinilai berhasil mencetak kader-kader PMR berjiwa sosial tinggi.

Ia turut mengutip ajaran Ta'awanu 'alal birri wat taqwa yakni tolong-menolonglah dalam kebaikan, yang kini diwujudkan secara nyata oleh anak-anak muda Surabaya.

Guna memperkuat karakter tersebut sejak dini, Pemerintah Kota Surabaya berencana menetapkan PMR sebagai salah satu ekstrakurikuler wajib pilihan di jenjang SD dan SMP di bawah naungan Pemkot Surabaya.

Baca Juga: Mobil Tabrak Pohon hingga Tercebur Sungai Jalan Ahmad Yani Surabaya

Langkah ini diharapkan mampu membentuk generasi penerus yang berjiwa penolong dan peduli sesama.

Di akhir arahannya, Eri berpesan agar para pemuda tidak sekali-kali melupakan budaya lokal, menghargai perbedaan, serta mengedepankan sikap saling membantu.

"Arek Suroboyo sing ngandal iku sing menghormati budaya, menghargai perbedaan, dan biso ngebantu wong liyo. Sukses selalu untuk PMI dan PMR Kota Surabaya," tuturnya disambut gemuruh sorak semangat peserta.

Baca Juga: John Herdman Tegaskan Semua Pemain Timnas Indonesia Adalah Satu, Tidak Ada Naturalisasi atau Lokal

Sementara Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman Hidayat mengatakan bahwa kegiatan ini menegaskan posisi anggota PMR sebagai garda terdepan dalam wadah pembinaan kemanusiaan.

"Seluruh anggota PMR diharapkan mampu mengaktualisasikan Tri Bhakti PMR, menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran, memperkuat jejaring persahabatan antarsekolah, serta terus mengasah keterampilan dan kreativitas," katanya.

Sebagai informasi, Festival PMR Kota Surabaya tahun ini mengusung tema Youth For Humanity (Generasi Muda Untuk Kemanusiaan).

Baca Juga: UEFA Nations League: Italia Tumbang 0-2 dari Belgia, Debut Roberto Mancini Berakhir Pahit

Kegiatan ini diikuti sebanyak 2.190 peserta dari 105 sekolah yang terdiri dari tingkat Mula (SD), Madya (SMP), hingga Wira (SMA). Acara ini dibuka langsung oleh Ketua PMI Jawa Timur, Imam Utomo.(nir/gun)

 

Editor : Guntur Irianto
Sumber : radar surabaya
pmr Acara ekskul wali kota surabaya pmi surabaya