Opera Kolosal, Mengingat Kembali 81 Tahun Perobekan Bendera di Hotel Yamato Jalan Tunjungan Surabaya

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 17:16 WIB
HEROIK: Opera Kolosal yang menjadi refleksi perobekan bendera di Hotel Yamato sekarang menjadi Hotel Majapahit berhasil memukau penonton di Jalan Tunjungan, Surabaya, Sabtu (26/9).(IST/RADAR SURABAYA)
HEROIK: Opera Kolosal yang menjadi refleksi perobekan bendera di Hotel Yamato sekarang menjadi Hotel Majapahit berhasil memukau penonton di Jalan Tunjungan, Surabaya, Sabtu (26/9).(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Puluhan tahun setelah peristiwa bersejarah perobekan bendera di Hotel Yamato sekarang Hotel Majapahit, semangat Arek-Arek Suroboyo kembali hidup di Jalan Tunjungan. Opera kolosal Merah Putih Bertanya sukses digelar khidmat dan meriah di depan Hotel Majapahit, Sabtu (26/9), mengangkat kembali peristiwa bersejarah 19 September 1945.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengingatkan peristiwa ini bukan sekadar kenangan masa lalu, melainkan panggilan untuk bersatu.

 “Jadi hari ini maknanya warga Surabaya bersatu. Jangan hanya mengumandangkan Indonesia Raya hanya pada waktu upacara, tapi selalu kibarkan bendera Merah Putih di dalam hati kita,” kata Eri.

Baca Juga: Mobil Tabrak Pohon hingga Tercebur Sungai Jalan Ahmad Yani Surabaya

 Ia menegaskan semangat perjuangan pahlawan belum selesai selama masih ada kesenjangan di kota ini.

 “Selagi masih ada kemiskinan, anak putus sekolah, hingga premanisme, maka perjuangan kita tidak boleh berhenti. Kita harus bisa menjaga kota ini untuk anak cucu kita. Karena itu saya yakin, anak-anak muda Kota Surabaya akan menjadi penerus yang luar biasa untuk menjaga Kota Surabaya ini. Seperti kata Bung Karno, ‘Warisi apinya, bukan abunya’,” tegasnya.

SEMANGAT: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (belakang dua dari kiri) saat membacakan pidato dalam pertunjukan Opera Kolosal perobekan bendera di Hotel Yamato Jalan Tunjungan, Surabaya.(IST/RADAR SURABAYA)
SEMANGAT: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (belakang dua dari kiri) saat membacakan pidato dalam pertunjukan Opera Kolosal perobekan bendera di Hotel Yamato Jalan Tunjungan, Surabaya.(IST/RADAR SURABAYA)

Pertunjukan ini melibatkan langsung pelajar SMP hingga SMA atau Generasi Z. Eri menjelaskan keterlibatan mereka adalah kunci agar semangat kemerdekaan terus berlanjut. 

“Surabaya ini ditentukan oleh Gen Z, apakah Surabaya ini bersatu atau terpecah, menjadi keluarga atau lawan itu dari kekuatan anak-anak Gen Z. Karena itulah Gen Z dilibatkan agar mereka ingat dan sadar bahwa kemajuan bangsa Indonesia, khususnya Kota Surabaya ada di tangan mereka,” pungkasnya. (rmt/gun)

 

Editor : Guntur Irianto
Sumber : radar surabaya
foto Hotel Majapahit pertunjukan tunjungan surabaya perobekan bendera