Kasus Influenza A Naik di Surabaya, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Andy Satria • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 17:57 WIB
Dr. Dede Nasrullah, S.Kep., Ns., M.Kep.
Dr. Dede Nasrullah, S.Kep., Ns., M.Kep.

RADAR SURABAYA – Kasus influenza dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Surabaya mengalami peningkatan pada September 2026.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya mencatat kenaikan kasus sekitar 10–15 persen dibandingkan periode Januari hingga Agustus.

Peningkatan tersebut turut menjadi perhatian seiring meningkatnya kasus Influenza A di sejumlah wilayah.

Meski memiliki sejumlah kemiripan dengan Covid-19, Influenza A dan Covid-19 disebabkan oleh virus yang berbeda.

Dinkes Kota Surabaya memastikan seluruh fasilitas kesehatan (faskes) dalam kondisi siap siaga menghadapi potensi peningkatan kasus, termasuk Influenza A.

Namun, peningkatan kasus ISPA dan flu tersebut masih berada dalam batas wajar.

Baca Juga: Tim Asal Pamekasan Kuasai Tiga Tiket Semifinal Bahlil Mini Soccer Zona 8 Madura

Penanganannya juga masih seperti flu pada umumnya dan belum memerlukan pola perawatan khusus seperti yang diterapkan saat pandemi Covid-19.

Gejala Influenza A yang Perlu Dikenali

Pakar Kesehatan Masyarakat Umsura, Dr. Dede Nasrullah mengatakan, secara klinis Influenza A dan Covid-19 memiliki sejumlah kemiripan.

Keduanya sama-sama menyerang sistem pernapasan dan dapat menular melalui droplet.

“Secara klinis, Influenza A dan Covid-19 memang memiliki kemiripan karena keduanya menyerang sistem pernapasan dan menular lewat droplet.

Namun, terdapat karakteristik perjalanan penyakit serta tata laksana yang membedakan keduanya,” jelasnya.

Baca Juga: ASN Pemkot Surabaya Ngantor di Balai RW Dinilai Efektif Tangani Persoalan Warga

Salah satu gejala Influenza A yang umum terjadi adalah demam tinggi yang muncul secara mendadak.

Suhu tubuh dapat mencapai 38,5–40 derajat Celsius dan berlangsung selama tiga hingga empat hari.

Gejala Influenza A lainnya antara lain:

- Nyeri otot dan sendi yang cukup berat.

- Tubuh terasa sangat lemas.

- Nyeri kepala, terutama di area dahi atau belakang mata.

- Batuk kering berkepanjangan.

- Tenggorokan kering atau nyeri.

- Hidung tersumbat.

Kehilangan indra penciuman atau anosmia juga dapat menjadi pembeda. Pada Influenza A, anosmia relatif jarang ditemukan. Sebaliknya, anosmia sempat dikenal sebagai salah satu gejala Covid-19.

Perbedaan Masa Inkubasi Influenza A dan Covid-19

Masa inkubasi Influenza A dan Covid-19 juga memiliki perbedaan. Influenza A umumnya memiliki masa inkubasi sekitar satu hingga empat hari.

Sementara itu, Covid-19 dapat memiliki masa inkubasi yang lebih panjang. Lama masa inkubasi tersebut dapat dipengaruhi varian virus dan kondisi individu.

Karena gejala kedua penyakit dapat menyerupai satu sama lain, masyarakat perlu memperhatikan perkembangan kondisi tubuh dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila mengalami gejala yang berat atau menetap.

Cara Mencegah Penularan Influenza A

Masyarakat dapat melakukan sejumlah langkah untuk mengurangi risiko penularan Influenza A.

Salah satunya mendapatkan vaksin influenza sebagai perlindungan tambahan.

Penggunaan masker medis juga disarankan ketika berada di ruang tertutup atau tempat yang ramai.

 Selain itu, kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer perlu tetap dilakukan.

Masyarakat juga dianjurkan tidak menyentuh area wajah, terutama mata, hidung, dan mulut, dengan tangan yang belum bersih.

Menjaga kondisi tubuh juga penting. Caranya dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mencukupi kebutuhan cairan, tidur yang cukup, serta mengelola stres.

Kapan Penderita Influenza A Harus ke Dokter?

Bagi masyarakat yang sudah terinfeksi, mengurangi kontak dengan orang lain dapat dilakukan untuk mencegah penularan kepada anggota keluarga maupun orang di sekitar. Penggunaan masker ketika harus berada bersama orang lain juga penting.

Dalam kondisi tertentu, dokter dapat memberikan obat antivirus seperti oseltamivir.

Obat golongan penghambat neuraminidase tersebut umumnya paling efektif apabila diberikan pada 24–48 jam pertama sejak gejala muncul, sesuai indikasi dan resep dokter.

Istirahat yang cukup juga diperlukan untuk membantu proses pemulihan sekaligus mengurangi risiko komplikasi.

Masyarakat perlu segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami sesak napas, nyeri dada yang menetap, penurunan kesadaran,

 demam yang tidak kunjung turun lebih dari empat hari, atau dahak berwarna hijau maupun bercampur darah.

Dengan mengenali gejala Influenza A dan menerapkan pola hidup sehat, masyarakat diharapkan dapat menghadapi peningkatan kasus tanpa panik.

Kewaspadaan tetap diperlukan, terutama ketika muncul gejala yang semakin berat atau tidak kunjung membaik. (sam)

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
dede nasrullah influenza A ispa Kesehatan Masyarakat umsura