ASN Pemkot Surabaya Ngantor di Balai RW Dinilai Efektif Tangani Persoalan Warga

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 17:01 WIB
Kebijakan ngantor di Balai RW bagi ASN dinilai efektif. Kebijakan ini sudah dilakukan beberapa tahun lalu. (IST)
Kebijakan ngantor di Balai RW bagi ASN dinilai efektif. Kebijakan ini sudah dilakukan beberapa tahun lalu. (IST)

 

RADAR SURABAYA - Kebijakan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang menugaskan seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan jajaran Pemkot Surabaya berkantor di Balai RW mendapat apresiasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Langkah ini dinilai sebagai terobosan penting untuk mendekatkan pelayanan publik sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai persoalan warga di tingkat akar rumput.

 Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno menyatakan kehadiran ASN di Balai RW akan memudahkan warga menyampaikan kebutuhan maupun keluhan tanpa harus mendatangi kantor pemerintahan yang letaknya lebih jauh. Balai RW dipandang sebagai titik pelayanan yang paling dekat dengan masyarakat.

Baca Juga: CitraLand Surabaya Luncurkan Ruko Radial Drive, Setelah 4 Phase One Arcade Sold Out

“RW adalah pemberi layanan dalam struktur birokrasi yang paling dekat dengan warga. Dengan ngantor di Balai RW, artinya ada optimalisasi layanan,” kata Anas di Surabaya, Jumat (25/9).

 Lebih lanjut, Anas menjelaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya menyentuh layanan administrasi kependudukan, tetapi juga mempercepat penanganan persoalan sosial, mulai dari kemiskinan, stunting, penyaluran bantuan sosial, hingga kebutuhan warga lainnya. Pemetaan kebutuhan menjadi lebih akurat karena ASN hadir langsung di lapangan.

 Ia juga menegaskan layanan digital yang sudah berjalan baik harus tetap diperkuat. Kombinasi antara sistem daring dan kehadiran fisik ASN di Balai RW dinilai akan membuat pelayanan semakin efektif dan menyeluruh.

Baca Juga: Baru Kulakan, Dua Pengedar Sabu Pacar Keling Surabaya Diringkus

 “Semua upaya pemberian layanan terbaik kepada masyarakat harus dilakukan. Layanan online tetap jalan dan kehadiran fisik di Balai RW juga jalan. Layanan digital harus menjadi panduan untuk mengurai problema di akar rumput,” ujarnya.

 Dengan ketersediaan Balai RW yang tersebar di seluruh wilayah Surabaya, kebijakan ini diharapkan melahirkan pemerintahan yang lebih responsif, cepat, dan peka terhadap kebutuhan warga. Langkah ini sekaligus memperkuat semangat pelayanan jemput bola yang menjadi fokus Pemkot Surabaya hingga ke lingkungan terkecil. (rmt)

Editor : Lambertus Hurek
ngantor di balai RW Anas Karno pemkot surabaya ASN Surabaya dprd surabaya