RADAR SURABAYA - Tiga pemuda mabuk menyerang warung kopi di sentra PKL Jalan HR Muhammad Surabaya, Rabu (22/9) dini hari. Aksi penyerangan itu sempat terekam CCTV warkop.
Pemilik warkop Jali menjelaskan semula keadaan warkop tenang dan damai. Namun seketika berubah mencekam ketika datang sebuah motor Yamaha Mio J, yang ditumpangi tiga orang.
Tiga orang yang tidak dikenal itu kemudian marah-marah tanpa sebab yang jelas di warkop. "Mereka itu mabuk, sebelumnya sudah lewat warung terus putar balik. Melawan arus kemudian berhenti di warung saya. Mereka bilang, 'kau yang maki saya ya'. Intinya cari rusuh," ucapnya, Rabu (23/9).
Baca Juga: 6.125 Siswa SMA dan SMK Dibekali Wirausaha dan AI
Ia menambahkan bahkan salah satu pemuda pengunjung warkop dipegang lehernya. Salah satu penjaga warkop Jaki sempat menjelaskan bahwa tidak ada yang memaki ketiganya.
Akan tetapi ketiga pelaku tetap bersikeras merasa ada yang memaki. Suasana kemudian memanas setelah salah satu pelaku merobohkan meja yang diatasnya banyak gelas kopi.
Menurutnya, anak-anak yang sedang minum kopi reflek teriak. Namun malah langsung diserang balik. "Aku diserang orang tiga. Aku jatuh, dibantu anak-anak," ungkapnya.
Baca Juga: ASN Surabaya Ngantor di Balai RW Mulai Oktober, Tidak Perlu Rapat Bertele-tele
Akibat perkelahian itu, Jali menderita luka memar dan nyeri di beberapa bagian tubuhnya. Sementara Jaki menderita luka parut di area lengan kiri. Jali memastikan mereka dalam kondisi di bawah pengaruh alkohol.
"Mabuk semua, tercium dari bau mulutnya, matanya merah. Informasinya dari orang kecamatan, mereka tinggal di sekitar Tubanan.Gak pernah ngopi di sini," ungkapnya.
Jali mengaku tidak ada niat untuk menyerang balik. Namun dia khawatir warungnya kembali diserang oleh kelompok pelaku. Sebab pelaku juga ada yang terluka.
Baca Juga: Kurir Narkoba di Bratang Wetan Surabaya Digerebek, Sita 100,72 Gram Sabu
"Kami gak ada mau nyerang balik, cuma takutnya pihak sana yang nyerang balik. Soalnya sana juga ada yang luka. Tapi kita konteksnya membela diri," terangnya.
Atas kejadian itu Rabu siang Jali didampingi sejumlah pegawai Kecamatan Dukuh Pakis mendatangi Mapolsek Dukuh Pakis. Ia menceritakan seluruh kronologi kejadian kepada petugas piket di SPKT Polsek.
"Sudah ke Polsek Dukuh Pakis. Cuma nanti ditindaklanjuti, nanti malam ada patroli ke sana," bebernya.
Baca Juga: 16 Tim Zona 8 Madura Usung Semangat Juara di Turnamen Bahlil Mini Soocer
Kapolsek Dukuh Pakis Kompol Masdawati Saragih mengungkapkan, keterangan dari Jali susah dihimpun. Namun laporan polisi tidak diterbitkan karena menurut hasil penyelidikan sementara, korban dan pelaku sama-sama melakukan pemukulan.
"Bukan mereka datang, tadi kami kesana terus orangnya kami suruh ke Polsek karena tadi orangnya yang bersangkutan gak ada. Jadi ngobrol aja. Gak ada, karena kan sama-sama mukul ternyata," tutupnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto
Sumber : radar surabaya