RADAR SURABAYA - Sebanyak 21 bangunan liar (bangli) dan lapak yang berdiri di atas saluran air di Jalan Ngagel Nginden Gang Bengkok, tepat di belakang Pasar Bratang ditertibkan. Saluran yang tertimbun hampir 20 tahun itu menjalani proses normalisasi.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Surabaya Achmad Zaini menjelaskan, penertiban dilakukan melalui tahapan sosialisasi dan peringatan bertahap terlebih dahulu.
“Sudah kami lakukan sosialisasi, kemudian peringatan pertama dan peringatan kedua. Setelah itu, kami lakukan penertiban,” kata Zaini, Rabu (23/9).
Baca Juga: ASN Surabaya Ngantor di Balai RW Mulai Oktober, Tidak Perlu Rapat Bertele-tele
Dari 21 bangunan yang ditertibkan, sebagian digunakan sebagai lapak jualan makanan dan sebagian lainnya tempat penjualan burung. Sejumlah pemilik membongkar bangunannya secara mandiri dengan bantuan petugas pemkot.
Zaini menargetkan seluruh proses penertiban selesai dalam satu pekan. Pedagang makanan yang terdampak akan diarahkan ke lokasi alternatif, yaitu sentra wisata kuliner di sekitar Kecamatan Gubeng.
“Kami minta satu minggu. Dalam waktu satu minggu ke depan kami harapkan saluran di bawah bangunan ini sudah bersih,” ujarnya.
Setelah bangunan dibongkar, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) melanjutkan normalisasi saluran. Diharapkan aliran air menjadi lancar kembali sehingga potensi banjir dan genangan di kawasan Bratang dapat berkurang, sekaligus aktivitas perdagangan di Pasar Bratang kembali hidup.
“Mudah-mudahan dengan penertiban ini saluran yang ada di bawah bangunan ini akan lancar, kemudian tidak ada banjir, tidak ada genangan, dan pedagang yang ada di pasar kembali menggeliat, pembeli akan masuk ke pasar,” terangnya.
Baca Juga: Kurir Narkoba di Bratang Wetan Surabaya Digerebek, Sita 100,72 Gram Sabu
Kepala Rayon Surabaya Selatan DSDABM Bagus menyebut normalisasi sudah dimulai sejak 20 September 2026. Saluran lama yang tertimbun selama hampir dua puluh tahun itu memiliki kedalaman sekitar 70 sentimeter dan lebar satu meter.
“Saluran lama yang sudah tertimbun hampir 20 tahun itu kami bongkar. Kedalamannya sekitar 70 sentimeter dan lebarnya sekitar satu meter,” kata Bagus.
Sebanyak 48 meter kubik sedimen diangkut setara tujuh truk dump sudah diangkut, lima truk lainnya masih dalam proses. Normalisasi dilakukan sepanjang 150 meter di sisi selatan. Lantai bangunan yang menutup saluran juga dibongkar, dan penutup saluran yang rusak akan diganti dengan beton pracetak. (rmt)
Editor : Lambertus Hurek