Jangkau Anak Belum Sekolah di Surabaya, Target 100 Persen Anak 5–6 Tahun Mengakses Pendidikan

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 13:31 WIB

Roadshow Kelas Parenting Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di Balai RW 3, Kelurahan Morokrembangan, Surabaya. (IST)

Roadshow Kelas Parenting Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di Balai RW 3, Kelurahan Morokrembangan, Surabaya. (IST)

 

RADAR SURABAYA - Pemkot Surabaya terus memastikan seluruh anak usia 5–6 tahun mengakses pendidikan anak usia dini sebelum masuk jenjang SD. Salah satu langkahnya digelar melalui Roadshow Kelas Parenting Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di Balai RW 3, Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan.

Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, menjelaskan kegiatan ini tidak hanya berbagi wawasan pengasuhan kepada orang tua, tetapi juga menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan layanan pendidikan.

“Selain memberikan edukasi agar menjadi mama yang lebih hebat dan mendorong peran ayah dalam pendidikan anak, kami juga mendata setiap kecamatan maupun kelurahan terkait anak usia 5–6 tahun yang belum bersekolah,” kata Bunda Rini, Selasa (22/9).

Baca Juga: Bendera Hitam dan Sanksi Mutasi ASN Pemkot Surabaya yang Gagal Verifikasi Bansos akan Diganti Semua

Berbagai alasan melatarbelakangi anak belum bersekolah. Mulai dari kendala ekonomi, anak berkebutuhan khusus, hingga perpindahan domisili dan perubahan Kartu Keluarga. Pemkot berkomitmen mencarikan solusi sesuai kondisi masing-masing.

 “Kalau memang masalahnya keuangan, kami bisa bekerja sama mencari jalan keluar. Jika masuk kategori warga miskin, ada beasiswa pendidikan PAUD dari Pemkot. Jika tidak memungkinkan lewat APBD, bisa juga melalui tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR,” jelasnya.

 Bantuan tidak hanya datang dari pemerintah maupun dunia usaha. Gerakan Kampung Pancasila juga turut berperan. Kepedulian warga di lingkungan masing-masing membantu anak-anak yang tertinggal agar bisa segera bersekolah.

 “Tidak sedikit yang ternyata sudah sekolah karena bantuan dari Kampung Pancasila. Ketika warga mengetahui ada anak usia 5–6 tahun yang belum sekolah, mereka ikut peduli dan membantu agar anak tersebut bisa masuk sekolah,” ujarnya.

 Baca Juga: Dramatis, Muhammadiyah 10 Surabaya dan SMAN 1 Manyar Gresik Amankan Tiket Final Bahlil Mini Soccer

Bunda Rini menegaskan pentingnya pendidikan usia dini untuk membentuk karakter dan kesiapan anak sebelum masuk SD, sekaligus meluruskan anggapan bahwa PAUD hanya sekadar bermain.

 “Anggapan itu salah. Pendidikan usia dini merupakan bagian dari pembentukan karakter. Ketika masuk SD, anak sudah lebih siap secara mental dan psikologis. Banyak hal yang perlu dipersiapkan sejak dini,” tuturnya.

 Ia mengajak seluruh warga untuk melaporkan jika mengetahui anak usia 5–6 tahun yang belum bersekolah, baik anak sendiri, tetangga, maupun kerabat. Setiap laporan akan ditindaklanjuti dengan solusi yang disesuaikan. (rmt)

Editor : Lambertus Hurek
puspaga kampung pancasila ngagel mulyo Bunda PAUD Rini Indriyani