RADAR SURABAYA - Kepala DPKP Surabaya Laksita Rini Sevriani menyebut kemarau ekstrem membuat rumput dan semak belukar mengering dan sangat mudah terbakar. Ini diperparah dengan hembusan angin kencang yang mempercepat penyebaran api.
“Banyak lahan terbuka di Surabaya yang rumputnya mulai mengering akibat cuaca ekstrem. Kami mengimbau warga untuk tidak membakar sampah di lahan kosong, tidak membakar semak-semak, dan tidak membuang puntung rokok sembarangan di tepi jalan,” ujar Laksita, Senin (21/9).
Data menunjukkan pada Agustus 2025 tercatat 31 kejadian kebakaran, naik menjadi 55 kejadian pada Agustus 2026. Sepanjang tahun 2025 tercatat 271 kasus. Sementara hingga pertengahan September 2026 saja sudah tercatat 232 kasus.
Baca Juga: 4 Tim Gresik Dominasi Babak 8 Besar Bahlil Mini Soccer Zona 7 Surabaya
Khusus bulan September, kebakaran alang-alang terjadi hampir setiap hari, yakni 21 kejadian. Terutama di lahan milik pengembang yang belum dibangun.
“Banyak kebakaran yang dipicu hal sepele. Mulai dari lupa mematikan kompor, korsleting kabel tua atau colokan bertumpuk, membuang puntung rokok sembarangan, hingga obat nyamuk bakar yang diletakkan dekat kursi busa,” jelasnya.
Dia juga menyoroti risiko pengisian daya kendaraan listrik dan gawai yang kurang aman. Warga diminta tidak mengecas motor maupun sepeda listrik di dalam rumah, serta tidak membiarkan kabel pengecas tetap terpasang tanpa pengawasan.
“Proses pengisian daya sebaiknya dilakukan di teras untuk meminimalkan risiko jika terjadi korsleting. Jangan biarkan pengecas tetap terhubung ke stop kontak tanpa pengawasan, karena hal itu kerap memicu kepulan asap hingga kobaran api besar,” imbuhnya.
Baca Juga: Beraksi Puluhan Kali di Surabaya, Ini Modus Sindikat Penipuan Antarpulau Kuras ATM Korban
Terkait kebocoran gas, warga diimbau tidak panik dan segera menutup tabung menggunakan kain basah.
Meski angka kejadian tinggi, Laksita mengapresiasi kesadaran warga yang makin tanggap. Melalui program Kampung Pancasila, warga kini lebih cepat melapor ke Command Center 112, sehingga petugas dapat bertindak dalam tiga menit pertama sebelum api meluas.
“Alhamdulillah, warga Surabaya sekarang sudah sangat tanggap. Jika ada pembakaran sampah atau api kecil, mereka langsung melapor ke 112,” katanya. (rmt)
Editor : Lambertus Hurek