Beraksi Puluhan Kali di Surabaya, Ini Modus Sindikat Penipuan Antarpulau Kuras ATM Korban

Guntur Irianto • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 17:04 WIB
DIAMANKAN: Komplotan sindikat penipuan asal Sulsel yang diamankan usai kuras ATM korban di Surabaya berkedok pengusaha.(IST/RADAR SURABAYA)
DIAMANKAN: Komplotan sindikat penipuan asal Sulsel yang diamankan usai kuras ATM korban di Surabaya berkedok pengusaha.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Sindikat pelaku penipuan antarpulau ini terbilang cerdik. Ia menguras isi ATM milik korbannya dengan berpura-pura sebagai pengusaha dari luar negeri yang hendak memberi Corporate Social Responsibility (CSR). Delapan orang diamankan Satreskrim Polrestabes Surabaya dan mengaku sudah beraksi sekitar 20 TKP di Surabaya.

Pengakuan tersangka pada polisi, ia melakukan aksinya di Surabaya hingga puluhan kali. Mereka melancarkan aksinya mengincar pengunjung hotel atau restoran selama empat tahun. Hingga saat ini, tujuh LP yang masih teridentifikasi.

"Pengakuan tersangka puluhan. Mereka lupa karena sudah beraksi berkali-kali dengan modus yang sama," tutur Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Lutfhie Sulistiawan melalui Kasatreskrim AKBP David Manurung, Senin (21/9).

Baca Juga: Tiga Laga Perdana Bahlil Mini Soccer Zona 7 Surabaya, Hujan Gol, Pemain Unjuk Kemampuan

Delapan tersangka ini, D, MH MFJ, AA, dan EY, mereka sebagai eksekutor. Spe dan AIA sebagai joki, MY, membantu, dan IS turut serta karena bagian melihat sekitar lokasi saat beraksi. Dari keterangan tersangka, mereka membagi peran.

"Mereka ada peran sendiri-sendiri. Mereka seluruhnya dari Sulawesi Selatan (Sulsel). Tersangka ini menginap di hotel saat beraksi," katanya.

David mengatakan, tersangka ini berkomplot menipu korban. Sasarannya pengunjung hotel maupun restoran. Satu tersangka bertugas meminta tolong korban untuk menunjukkan cara menarik uang di ATM.

Baca Juga: Santri Sehat LKNU Surabaya Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Krembangan

"Ia mengaku pengusaha asal luar negeri salah satunya Brunei. Kemudian dengan logat melayu ia meminta tolong menunjukkan cara mengambil uang," katanya.

Tersangka juga menyebutkan jika ia di Surabaya hendak memberikan CSR. Namun, ia tidak bisa mengambil uang di ATM. Kemudian untuk meyakinkan, tersangka lainnya datang dan meyakinkan korban. Hingga korban akhirnya mau diajak ke ATM.

Saat di ATM, tersangka meminta korban untuk menunjukkan cara mengambil uang menggunakan kartu ATM miliknya. Saat itu, tersangka juga menghafalkan nomor pin ATM korban. Kemudian korban mencoba mengambil uang menggunakan ATM korban.

Baca Juga: 163 Jukir di Surabaya Enggan Perpanjang KTA, Ada yang Terpapar Narkoba

"Setelah itu, ATM korban diganti dengan kecepatan tangan. Korban tidak tahu saat itu. Tersangka sudah mempersiapkan kartu ATM palsu. Kami temukan ratusan saat penangkapan," ungkapnya. 

Aksi tersangka berakhir, akhirnya diamankan Satreskrim Polrestabes Surabaya. "Kami mengimbau masyarakat untuk melaporkan apabila menjadi korban kejahatan komplotan ini," ujarnya.(gun)

Editor : Guntur Irianto
Sumber : radar surabaya
modus Kapolrestabes Surabaya sindikat penipuan sulawesi selatan