Kasus Influenza Anak Meningkat di Surabaya, Rumah Sakit Mulai Menambah Ruang Perawatan

Dimas Mahendra • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 17:09 WIB

 

Direktur Utama RS Husada Utama Surabaya dr Didi D. Dewanto
Direktur Utama RS Husada Utama Surabaya dr Didi D. Dewanto

 

RADAR SURABAYA - Kasus influenza pada anak mulai naik di sejumlah fasilitas layanan kesehatan di Surabaya. Salah satu rumah sakit harus menambah ruang perawatan.

Direktur Utama RS Husada Utama Surabaya dr Didi D. Dewanto mengatakan, peningkatan pasien anak dengan keluhan influenza mulai terasa dalam sepekan terakhir. Kondisi tersebut membuat ruang pediatrik berkapasitas 44 pasien terisi penuh.

Baca Juga: Keluarga Korban KM Virgo Transport 8 Masih Menanti di Tanjung Perak

“Padahal, satu lantai ada 44 (kapasitas maksimal). Jadi, sampai kita oper-oper lantai lain. Sampai gunakan lantai-lantai atas,” kata Didi Dewanto di Surabaya, Minggu (20/9).

Pasien yang datang mayoritas anak usia 2 hingga 15 tahun. Keluhan paling banyak ditemukan berupa batuk, pilek, dan demam. Meski demikian, Didi menyebut sebagian besar pasien tidak membutuhkan perawatan dalam waktu lama.

“Enggak (rawat inap) biasanya (penanganannya) cepat,” ujarnya. Didi juga belum dapat memastikan apakah influenza yang menyerang anak-anak tersebut merupakan influenza tipe A.

Karena itu, ia meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. “Jaga kebersihan, hidup sehat, pakai masker,” tegasnya.

Baca Juga: CitraLand Gresik Tambah Fasilitas Hunian, Masjid Al Bisri Jadi Ikon Baru

Gambaran berbeda disampaikan Direktur RS Kemenkes Surabaya dr Martha ML Siahaan. Dia belum melihat peningkatan signifikan kasus influenza yang ditanganinya.

“Mungkin karena kelas A, jadi lebih banyak di kelas di bawahnya atau puskesmas,” ungkap Martha.

Meski demikian, ia tetap mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan, terutama membiasakan mencuci tangan. “Jangan hanya waktu pandemi Covid-19 aja,” tegasnya.

 Perbedaan kondisi rumah sakit tersebut menunjukkan bahwa ramainya layanan kesehatan belum serta-merta dapat disimpulkan sebagai lonjakan influenza secara keseluruhan di Surabaya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Surabaya menyatakan belum menemukan peningkatan kasus influenza A yang menyebabkan lonjakan pasien rawat inap. Keluhan flu memang banyak ditemukan di puskesmas maupun rumah sakit, tetapi belum terlihat peningkatan pasien dengan kondisi berat.

Kepala Dinkes Surabaya dr Billy Daniel Messakh juga menyebut kondisi IGD yang ramai di sejumlah rumah sakit, termasuk RSUD dr Mohamad Soewandhie, bukan akibat lonjakan kasus influenza A. Ia mengatakan gejala yang beredar saat ini perlu tetap dipantau, terutama bila muncul demam tinggi dan sesak napas. (dim) 

Editor : Lambertus Hurek
influenza anak RS Husada Utama dr Martha ML Siahaan flu anak rs kemenkes surabaya