RADAR SURABAYA - Program Studi Pendidikan Khusus (PKH), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat pelatihan keterampilan bina diri tata rias dasar.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemandirian anak berkebutuhan khusus sekaligus memperkuat kompetensi tenaga pendidik dalam menyusun pembelajaran yang inklusif dan adaptif.
Baca Juga: Unesa Dirikan Puskesmas Sementara di Manggarai Pascagempa, Temukan 18 Kehamilan Berisiko Tinggi
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Pendma), Akhmad Mukhsin, menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif sangat bergantung pada kemampuan guru mengenali kebutuhan peserta didik dan merancang strategi pembelajaran yang tepat sasaran.
“Keberhasilan pendidikan inklusif turut dipengaruhi oleh kompetensi guru dan tenaga pendidik dalam mengidentifikasi kebutuhan peserta didik serta menyusun strategi pembelajaran yang adaptif,” ujar Akhmad, Rabu (16/9).
Baca Juga: Unesa Buka Jalur Khusus Pramuka hingga S3, 100 Anggota Dapat Beasiswa
Materi dikemas secara interaktif dan berjenjang. Sebelum memulai, peserta mengikuti ujian awal atau pre‑test untuk mengukur pemahaman dasar. Materi yang disampaikan meliputi konsep bina diri, prinsip mengajarkan keterampilan tersebut kepada anak berkebutuhan khusus, strategi pendampingan, hingga langkah praktik tata rias dasar beserta alat dan bahan yang digunakan.
Setelah materi selesai, kembali dilakukan pengukuran pemahaman melalui postbtest.
Baca Juga: Unesa SDGs FAIR 2026: Inovasi Pengabdian Dipamerkan di Bali, Hasil Riset Jadi Solusi Nyata
Tidak hanya berupa teori, peserta juga diajak melihat langsung proses praktik bersama siswa berkebutuhan khusus. Perwakilan tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Eryana Fatimasari Retno Budiati, menjelaskan bahwa setiap tahapan disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing‑masing anak.
“Tahapan bina diri tata rias dasar disusun dengan mempertimbangkan kemampuan dan kebutuhan masing‑masing anak berkebutuhan khusus,” jelas Eryana.
Baca Juga: Unesa Siapkan Tenaga Pendamping untuk Perkuat Pendidikan Bermutu di Kupang dan Tidore
Dalam sesi praktik, siswa berkesempatan mencoba keterampilan sederhana dengan pendampingan ketat dari guru. Proses ini sekaligus menjadi sarana bagi para pendidik untuk mengamati sejauh mana siswa mampu mengikuti instruksi, menggunakan alat, serta melakukan urutan pekerjaan secara mandiri.
Tim pelaksana juga melakukan pengamatan menyeluruh selama kegiatan berlangsung, mulai dari cara guru membimbing hingga respons siswa saat berlatih.
Baca Juga: Unesa Ciptakan Model PRISE dan Gim D-CAN, Anak Dilatih Tolak Narkoba Sejak Usia Dini
Hasil pengamatan ini menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar menyusun kebutuhan pendampingan selanjutnya. Selain itu, guru juga mengisi angket penilaian terkait materi, pelaksanaan, serta kelayakan buku panduan bina diri yang disusun tim Unesa.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Salah satu peserta, Ludfia, berharap pelatihan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan. Menurutnya, pemahaman tentang keterampilan hidup sangat penting agar anak berkebutuhan khusus siap menghadapi kehidupan setelah masa pendidikan.
“Melalui pelatihan‑pelatihan ini, sangat membantu kami para guru RA dalam menyesuaikan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Selain itu, ternyata program vokasional bagi anak berkebutuhan khusus sangat penting untuk mempersiapkan kehidupan mereka setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah,” pungkas Ludfia.
Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi penguatan kompetensi pendidik di wilayah Tulungagung, sehingga layanan pendidikan yang diberikan semakin tepat sasaran. Keterampilan bina diri seperti tata rias dasar pun diharapkan dapat menjadi materi rutin yang diajarkan secara bertahap demi membangun kemandirian anak berkebutuhan khusus.
Kegiatan yang digelar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tulungagung ini diikuti sebanyak 98 peserta, yaitu perwakilan guru Raudhatul Athfal (RA) se‑Kabupaten Tulungagung. Juga bersama dengan tim pelaksana PKM PKh FIP Unesa terdiri atas Eryana Fatimasari Retno Budiati, M.Pd., Devina Rahmadiani Kamaruddin Nur, M.Pd., Ima Kurrotun Ainin, S.Pd., M.Pd., Prof. Dr. Siti Masitoh, M.Pd., dan Diah Anggraeny, S.Pd., M.Pd. (rmt/vga)
Sumber : radar surabaya