RADAR SURABAYA - Seiring perubahan cuaca belakangan ini, kasus gangguan kesehatan seperti demam dan influenza di Kota Surabaya sedikit naik. Namun, masih berada dalam batas wajar dan terkendali.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya dr Billy Daniel Messakh menjelaskan, perubahan iklim serta meningkatnya aktivitas warga menjadi faktor utama yang memicu naiknya angka penderita penyakit ringan tersebut.
“Memang dalam beberapa waktu terakhir ada sedikit peningkatan kasus demam. Kondisi ini masih tergolong wajar dan dapat terjadi seiring perubahan cuaca serta meningkatnya aktivitas masyarakat,” ujar dr Billy, Senin (14/9).
Baca Juga: Polda Siaga Penuh Hadapi Fase Kritis Kebakaran Hutan dan Lahan di Tujuh Kawasan Pegunungan Jatim
Ia mengingatkan masyarakat untuk menerapkan langkah‑langkah sederhana namun efektif guna menjaga kondisi tubuh tetap prima. Istirahat cukup, memperbanyak minum air putih, memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta mengonsumsi suplemen atau vitamin sesuai kebutuhan.
“Kami imbau masyarakat untuk tetap tenang. Cukup dengan rajin memakai masker saat beraktivitas, cukup istirahat, minum air putih, dan konsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh,” katanya.
Merespons kabar yang beredar di media sosial yang menyebutkan banyak rumah sakit di Surabaya sudah penuh sesak akibat gelombang pasien demam dan influenza tipe A, Billy menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan berlebihan. Pelayanan kesehatan di seluruh fasilitas milik Pemkot Surabaya tetap berjalan lancar dan normal.
“Yang saat ini dirawat inap di rumah sakit adalah pasien dengan kondisi yang memang memerlukan penanganan lebih lanjut, seperti gangguan pernapasan berat. Pasien demam atau influenza pada umumnya dapat ditangani melalui perawatan rawat jalan,” jelasnya.
Pasien yang masuk rawat inap adalah mereka yang memiliki indikasi medis khusus, bukan karena ruangan penuh atau kewalahan. Sebaliknya, kasus demam biasa cukup ditangani di puskesmas atau rawat jalan.
Ia juga mengingatkan agar warga tidak mudah percaya dan menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya. Fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas hingga rumah sakit siap melayani, terutama untuk kondisi gawat darurat.
Baca Juga: Pengedar Pil Y di Surabaya Ini Pilih Stok Sebelum Jual ke Pelanggan
Pemantauan ketat terus dilakukan Pemkot Surabaya bersama seluruh jaringan pelayanan kesehatan guna memastikan ketersediaan tempat tidur, obat‑obatan, serta tenaga medis selalu memadai.
“Intinya, fasilitas kesehatan kita siap. Jika ada keluhan, silakan periksa ke puskesmas terdekat terlebih dahulu. Mari kita sama‑sama menjaga kesehatan dan tidak mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya,” pungkasnya. (rmt)
Editor : Lambertus Hurek