Gubernur Khofifah Ungkap Peran AMN Surabaya Menuju Indonesia Emas 2045

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 08:46 WIB
Pengukuhan Mahasiswa Angkatan V sekaligus Wisuda Pertama Mahasiswa Penerima Beasiswa di Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)
Pengukuhan Mahasiswa Angkatan V sekaligus Wisuda Pertama Mahasiswa Penerima Beasiswa di Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA – Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya menegaskan perannya dalam membentuk generasi muda yang berkarakter kebangsaan, toleran, dan berdaya saing global.

Hal itu tercermin dalam pengukuhan mahasiswa Angkatan V Tahun 2026 sekaligus wisuda perdana mahasiswa penerima beasiswa angkatan perdana Tahun 2022.

Kegiatan yang berlangsung di Grand Ballroom The Trans Luxury Hotel Surabaya, Minggu (13/9), tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Badri Munir Sukoco,

 serta Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (Waka BIN) RI Komjen Pol. (Purn.) Imam Sugianto.

Rangkaian kegiatan diawali penampilan budaya Teater Genta Nuswantara dan Tari Nritya Nusantara.

Pertunjukan tersebut menggambarkan keberagaman mahasiswa AMN Surabaya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Prosesi pengukuhan mahasiswa baru Angkatan V dipimpin langsung Khofifah. Menurut dia, keberagaman yang ada di AMN Surabaya merupakan modal penting dalam memperkuat persatuan dan rasa kebangsaan.

Baca Juga: Dukung Pesan AHY, Sri Wahyuni : Partai Demokrat Tak Hanya Hadir, Harus Bekerja untuk Rakyat

Khofifah mengatakan, perbedaan latar belakang mahasiswa justru dapat menjadi ruang untuk membangun saling pengertian, kepercayaan, dan penghormatan antargenerasi muda dari berbagai daerah.

“Dengan mutual understanding di antara semua daerah, terutama kaum mudanya, kaum intelektualnya, kemudian kita berharap akan terbangun mutual trust dan mutual respect di antara semuanya.

 Jadi, sebenarnya ini kita sedang merakit Indonesia melalui pendekatan intelektualitas yang kemudian mereka disiapkan asramanya,” ujar Khofifah.

AMN Surabaya Siapkan Generasi Indonesia Emas 2045

Khofifah mengaku bangga melihat capaian mahasiswa angkatan pertama AMN Surabaya yang kini telah menyelesaikan pendidikan di empat perguruan tinggi negeri mitra.

Keempat perguruan tinggi tersebut yakni UPN Veteran Jawa Timur, Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Para lulusan tidak hanya berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi juga telah diterima bekerja maupun melanjutkan studi.

Kondisi tersebut dinilai menjadi bukti bahwa pembinaan di AMN Surabaya mampu memberikan bekal akademik sekaligus karakter kepada mahasiswa.

“Anak-anak muda ini dididik dan dibangun karakter keindonesiaannya. Kita berharap mereka menjadi fondasi yang kuat untuk menjaga NKRI, terutama dalam menyambut Indonesia Emas 2045,” kata Khofifah.

Lulusan AMN Surabaya Berkiprah hingga Luar Negeri

Sementara itu, prosesi wisuda perdana dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Badri Munir Sukoco.

Dalam kesempatan tersebut, Badri berdialog secara langsung melalui sambungan jarak jauh dengan sejumlah alumni AMN Surabaya yang kini beraktivitas di Taiwan, Tiongkok, hingga Papua.

Menurut Badri, keberadaan alumni di berbagai wilayah menunjukkan bahwa integrasi pendidikan akademik dengan pembinaan karakter di AMN Surabaya dapat menghasilkan sumber daya manusia yang mampu bersaing secara global.

“Pelepasan lulusan perdana ini menjadi bukti nyata bahwa integrasi antara pendidikan akademik perguruan tinggi dan pembinaan karakter keberagaman dapat melahirkan SDM yang unggul dan berdaya saing global,” ungkap Badri.

Dia menambahkan, kiprah alumni AMN di dalam maupun luar negeri menunjukkan bahwa mereka mampu berkompetisi di tingkat dunia tanpa kehilangan identitas kebangsaan.

Ikatan Alumni AMN Surabaya Dibentuk

Untuk menjaga keberlanjutan jejaring dan semangat pengabdian para lulusan, Waka BIN RI Komjen Pol. (Purn.) Imam Sugianto melantik kepengurusan Ikatan Alumni AMN Surabaya.

Baca Juga: Pro Ref Akui Kesalahan VAR dalam Gol Haaland di Derby Manchester

Wadah tersebut diharapkan menjadi ruang bagi para alumni untuk tetap terhubung serta menyalurkan kompetensi dan pengalaman mereka bagi kemajuan masyarakat di daerah masing-masing.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat pembinaan dari empat perguruan tinggi mitra.

Sertifikat tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan atas sinergi AMN dengan perguruan tinggi dalam membentuk mahasiswa berprestasi.

Rangkaian acara ditutup dengan penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan alumni.

Mereka mengungkapkan pengalaman hidup bersama mahasiswa dari berbagai daerah selama menjalani pembinaan di AMN Surabaya telah memberikan perubahan dalam cara pandang sekaligus membentuk karakter.

Selama berada di AMN Surabaya, mahasiswa tidak hanya memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga dibekali nilai toleransi, kepedulian sosial, kepemimpinan, dan semangat kebangsaan.

Keberhasilan lulusan angkatan pertama menjadi penanda bahwa AMN Surabaya tidak hanya menjadi tempat tinggal mahasiswa, tetapi juga ruang pembentukan karakter generasi muda untuk memperkuat persatuan dan mempersiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.(rmt) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) indonesia emas 2045 AMN Surabaya amn khofifah indar parawansa