RADAR SURABAYA - Sebuah kamar rumah milik M Khayis Khabibullah warga Jalan Simorejo XVI, Sukomanunggal Surabaya terbakar, Minggu (13/9) sore. Akibat kebakaran KBA dan KU yang merupakan kakak dan adik meninggal dunia di dalam kamar yang terkunci dari luar.
Diduga penyebab kebakaran tersebut terjadi karena korsleting listrik. "Penyebab diduga korsleting listrik exhaus dan kipas kamar yang terbakar. Lalu merambat ke kasur. Namun pastinya nunggu dari hasil Tim Inafis ya," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya Laksita Rini Sevriani, Minggu (13/9).
Laksita menjelaskan, berdasarkan keterangan warga pintu kamar dikunci dengan mengaitkan rantai pada sisi pintu dan tembok. Saat petugas tiba kondisi kamar yang terbakar sudah padam. Petugas damkar melakukan pembasahan karena tembok masih terasa panas.
Baca Juga: Ditinggal Keluar, Kakak Beradik di Surabaya Meninggal Dunia Terbakar di Dalam Kamar
"Warga juga menemukan dua orang anak yang sudah dalam kondisi meninggal dunia didalam kamar," tuturnya.
Kronologi Kebakaran Rumah di Simorejo Surabaya
Diketahui sebelumnya, dua orang anak yang merupakan kakak beradik meninggal dunia diduga terbakar di dalam kamar rumahnya Jalan Simorejo XVI, Simomulyo, Sukomanunggal Surabaya, Minggu (13/9) sekitar pukul 15.00.
Korban KBA, 7, dan KU, 5, . Dua bocah laki-laki itu terbakar dalam kamar yang terkunci dari luar. Ketua RT 04 RW 02 Simorejo Anto Nugroho mengatakan kebakaran pertama kali diketahui oleh salah satu tetangga orang tua korban. Salah satu tetangga ED awalnya melihat ada asap mengepul keluar dari dalam rumah korban.
Saksi lalu memanggil warga lainnya dan meminta izin untuk mendobrak pintu rumah yang terkunci. Setelah pintu didobrak di dalam kamar ternyata ada anak penghuni rumah yang dikunci dari luar dan kondisi sudah tak berdaya.
Baca Juga: 16 Tim Siap Adu Taktik di Turnamen Bahlil Mini Soccer Zona 5, Jadi Ruang Cetak Prestasi
Warga juga berupaya memadamkan api dengan Apar dan air seadanya. Selain itu peristiwa kebakaran dilaporkan ke 112 dan polisi.
"Saat kejadian orang tuanya tidak ada di rumah. Makanya tetangga tadi Pak Edi izin didobrak. Asap sudah di dalam. Namanya kita menolong kita tolong anak ini dikeluarkan, siapa tahu dalam kondisi masih bisa ditolong. Tadi sudah dibawa keluar (kamar) tapi kondisi sudah tidak ada (meninggal dunia)," ujarnya, Minggu (13/9).
Anto menambahkan, saat kejadian pintu kamar korban terkunci dari luar dengan rantai. Sementara setelah didobrak di dalam kamar yang terbakar tempat tidur berupa kasur. "Korban ada luka bakarnya berapa presentasenya kurang tahu. Asap juga banyak tadi. Korban ada yang masih pegang mainan," terangnya.
Menurutnya, saat kejadian sang bocah tersebut diduga sempat mengetok pintu untuk meminta tolong. Namun diduga karena banyaknya menghirup asap korban tidak terselamatkan.
Baca Juga: Tangis Keluarga Korban Kapal Virgo Transport 8 Pecah usai Dapat Kabar Suami Selamat
"Kemungkinan (menghirup asap juga). Karena tadi waktu datang asapnya banyak. Orang-orang bilang Pak RT jangan mendekat cuma kan saya kepingin ini supaya udara bisa masuk," jelasnya.
Mengenai penyebab kebakaran dan kematian korban pihak kepolisian juga masih melakukan penyelidikan. Dari pantauan Radar Surabaya Tim Inafis Polrestabes Surabaya dan Polsek Sukomanunggal telah melakukan olah tempat kejadian peristiwa (TKP).
Setelah melakukan olah TKP polisi membawa barang bukti kipas angin sisa terbakar dan sejumlah barang sisa kebakaran lainnya dalam kantong plastik. Sementara dua korban dievakuasi ke kamar mayat Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya untuk dilakukan visum. (rus/gun)
Editor : Guntur IriantoSumber : radar surabaya