RADAR SURABAYA - Tersangka spesialis pembobolan sekolah AA, 21, dan KW, 15, warga Tandes, Surabaya, ini mengaku sudah beraksi tiga kali selain di SDN Komplek Kenjeran II, Jalan Wiratno, Surabaya. Pengakuannya, tersangka juga mencuri di SDN Barata Jaya, SDN Krembangan, dan SDN Sumberrejo.
Dua tersangka ini menyasar sekolah dasar (SD) yang tidak dijaga saat malam hari. Mereka datang mengendarai motor kemudian memanjat pagar dan menuju ke ruang guru atau ruang tata usaha (TU).
"Mereka mencari sekolah yang tidak dijaga satpam atau petugas keamanan. Mereka mencari uang atau barang berharga," jelasnya.
Tersangka mengaku, saat beraksi SDN Barata Jaya berhasil mengambil uang Rp 10 juta. Kemudian, di SDN Krembangan berhasil menguasai uang Rp 1,5 juta. Sedangkan di SDN Sumberrejo, Benowo, mereka mengambil uang Rp 750 ribu dan sebuah laptop.
Baca Juga: Persebaya vs PSIM: Persebaya Wajib Menang di GBT, Tavares Ungkit Kekalahan Musim Lalu
"Uang tersebut dibagi, tersangka AA mendapat 30 persen. Sisanya tersangka KW 70 persen," jelasnya.
Spesialis Pembobolan Sekolah SD di Surabaya Ditangkap
Diberitakan sebelumnya, dua orang tersangka spesialis pembobolan sekolah ini ketahuan usai tepergok berada di atas pohon. Mereka diketahui baru saja mencuri di SDN Komplek Kenjeran II, Jalan Wiratno, Surabaya, 9 September 2026. Keduanya kemudian diamankan Unit Reskrim Polsek Kenjeran.
Kedua tersangka yaitu, KW, 15, warga Tandes, Surabaya, dan seorang perempuan berinisial AA, 21, warga Manukan Lor, Surabaya. Mereka diketahui membobol sekolah dasar (SD) tersebut dan mengambil sebuah pacing pad serta Uang Rp 8,8 juta.
Baca Juga: SMAMGA Matangkan Strategi, Siap Tempur di Turnamen Bahlil Mini Soccer Zona 7 Surabaya
"Salah satu tersangka AA berada di atas pohon hendak kabur. Satu lagi tersangka KW menunggu di luar pagar sekolah," terang Kapolsek Kenjeran Kompol Yuyus Andriastanto, Kamis (10/9).
Aksi kedua tersangka iki awalnya ketahuan saat saksi memeriksa sekolah melalui kamera CCTV di ponselnya. Saat saksi ID, 46, melihat CCTV ternyata kondisi kamera eror atau mati. Ia curiga dan meminta suaminya untuk mengecek.
"Saat suami korban mengecek ke sekolah ternyata ada orang yang masuk ke dalam sekolah tersebut. Ia kemudian melapor ke Polsek Kenjeran," katanya.
Baca Juga: Ustadz Rohim Kembali Nahkodai MI Muhammadiyah 28 Surabaya
Tak lama kemudian, anggota menuju ke lokasi dan melihat AA sedang berada di atas pohon. Ia hendak melarikan diri saat itu. Polisi menyergapnya, saat diamankan ia mengaku beraksi bersama KW yang sudah menunggu di luar sekolah. "Kami akhirnya mengamankan KW yang diketahui masih di bawah umur," terangnya.
Keterangan tersangka pada polisi, keduanya datang ke lokasi dan masuk ke dalam sekolah dengan cara memanjat pagar. Mereka kemudian turun melalui pohon. Selanjutnya mereka menuju ke ruang guru dan tata usaha (TU) untuk mengambil barang berharga.
"Mereka masuk dengan merusak teralis jendela dan pintu menggunakan obeng," ungkapnya.
Baca Juga: Manchester United vs Manchester City: Prediksi, Berita Tim, dan Susunan Pemain
Mereka berhasil membawa uang Rp 8,8 juta dan sebuah pacing pad. "Tersangka kemudian diamankan. Dari pengakuan tersangka mereka sudah membobol dua sekolah lain yaitu di SDN Barata Jaya dan SDN Sumberrejo II.
"Saat ini masih dikembangkan lagi TKP lainnya. Mereka memang menyasar sekolah saja," terangnya.(gun)
Editor : Guntur IriantoSumber : radar surabaya