RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya meningkatkan kualitas ruang terbuka publik dengan memperbaiki dan melengkapi fasilitas di taman-taman kota. Evaluasi dilakukan secara berkala agar setiap taman benar-benar nyaman dimanfaatkan warga untuk bermain, berolahraga, berkumpul, maupun beraktivitas sosial.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memantau dan menindaklanjuti segala kekurangan yang ada mulai dari lampu taman yang mati, tanaman yang layu, kelengkapan area bermain anak, kebersihan kamar mandi, hingga ketersediaan tempat sampah. Semua pembenahan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
“Sejumlah kekurangan, seperti lampu taman, tanaman yang layu, area bermain anak, kebersihan kamar mandi, hingga tempat sampah, terus dibenahi secara bertahap,” ujar Eri, Jumat (11/9).
Baca Juga: Rail Clinic dan Rail Library KAI Hadir, Stasiun Jadi Pusat Kesehatan dan Edukasi
Pembenahan ini bertujuan agar taman menjadi ruang publik yang ramah bagi semua kalangan: anak-anak, orang tua, hingga pemuda.
“Intinya, Pemkot Surabaya ingin taman-taman ini menjadi ruang publik yang nyaman, sehingga orang tua dapat mengajak anak-anak bermain, sementara anak-anak muda bisa berkumpul dan berdiskusi bersama,” tuturnya.
Eri juga mengingatkan, keberhasilan menjaga kenyamanan taman tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Peran serta warga sangat dibutuhkan agar fasilitas yang sudah ada tetap terawat dan bersih.
“Saya juga meminta tolong kepada warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan taman,” pesannya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, M. Fikser, melaporkan hasil pengecekan langsung yang dilakukan minggu lalu ke tiga taman utama: Taman Prestasi, Taman Apsari, dan Taman Bungkul.
“Minggu lalu kita ke tiga taman, Taman Prestasi, Taman Apsari dan Taman Bungkul. Ada banyak taman yang belum selesai karena ada pekerjaan jogging track, tapi kemudian kami cek terima kasih buat teman-teman Satgas Taman itu taman-tamannya sudah pada selesai semua,” ujar Fikser.
Baca Juga: Guru Besar Unair Ungkap Kunci Cegah Karhutla: Jangan Biarkan Gambut Kering
Ia menjelaskan, sebagian fasilitas seperti tanaman baru memang masih butuh waktu untuk tumbuh optimal, namun secara umum pembangunan sudah berjalan baik. Di area permainan anak pun masih ada penyelesaian detail, misalnya penyesuaian warna lantai agar sesuai standar keamanan.
Saat peninjauan, tim DLH juga langsung menyerap masukan dari warga yang berkunjung. Di Taman Prestasi warga mengusulkan penambahan lampu penerangan di area bermain anak, agar orang tua lebih mudah memantau anak-anak hingga sore hari.
“Mereka minta tambah untuk ada beberapa kursi duduk buat mereka. Kami akan bangun toilet di sana untuk pengunjung,” kata Fikser.
Di Taman Bungkul pihaknya fokus perbaikan utama diarahkan pada peningkatan kebersihan dan kelayakan kamar mandi umum.
Fikser menegaskan, pemerintah sudah menyiapkan fasilitas terbaik, namun keberlanjutannya bergantung pada kepedulian bersama.
“Buat warga Surabaya, pemerintah kota sudah menyiapkan ruang terbuka, tempat permainan, taman yang bagus buat warga kota. Ayo kita jaga sama-sama kebersihan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar warga tidak merokok di area taman, mengingat banyak anak-anak dan keluarga yang beraktivitas di sana.
“Kita jaga kota ini dengan semangat dan hati kita bersama-sama. Matur nuwun untuk warga Surabaya,” pungkasnya. (rmt)