Sebulan Command Center 112 Surabaya Tangani 2.375 Kasus, Didominasi Darurat Medis dan Laka Lantas

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 16:46 WIB
GERAK CEPAT: Penanganan kegawatdaruratan yang dilakukan petugas BPBD Surabaya. (IST)
GERAK CEPAT: Penanganan kegawatdaruratan yang dilakukan petugas BPBD Surabaya. (IST)

 

RADAR SURABAYA - Command Center (CC) 112 Surabaya mencatat total 2.375 kejadian kedaruratan sepanjang bulan Agustus 2026. Mulai dari gangguan kesehatan, kecelakaan, hingga kejadian lain yang mengancam keselamatan warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya Irvan Widyanto menyampaikan, kasus terbanyak darurat medis, diikuti kecelakaan lalu lintas (laka lantas) dan kebakaran.

 “Kasus didominasi darurat medis sebanyak 1.244 kejadian, disusul kecelakaan lalu lintas 868 kejadian dan kebakaran 141 kejadian,” ujar Irvan, Rabu (9/9).

Baca Juga: 265 Perlintasan KAI di Jawa Timur Belum Dijaga, Jadi Titik Rawan Kecelakaan

 Dua kategori utama itu saja sudah mencapai 2.112 kejadian, atau hampir 90 persen dari seluruh laporan yang masuk. Sisanya mencakup beragam situasi lain: 43 kejadian darurat beragam, 26 kasus terkait hewan, 25 penemuan jenazah, 12 pohon tumbang, 8 gangguan psikososial, 5 rumah rusak, 2 orang tersesat, serta 1 kasus tenggelam.

Irvan menjelaskan, darurat medis adalah kondisi yang membutuhkan pertolongan seketika karena berisiko mengancam nyawa atau memperburuk keadaan jika tertunda. Contohnya, sesak napas berat atau sulit bernapas, nyeri dada hebat diduga serangan jantung. Lalu, orang tidak sadarkan diri atau sulit dibangunkan, pendarahan hebat, kejang berkepanjangan, cedera akibat kecelakaan hingga keracunan berat.

Pola kejadian menunjukkan sebagian besar bantuan diberikan di wilayah dengan aktivitas warga padat, terutama pada jam-jam sibuk: pagi, sore, hingga malam hari.

“Data bulan Agustus 2026 menunjukkan kedaruratan di Surabaya masih didominasi secara mutlak oleh kasus darurat medis dan kecelakaan lalu lintas. Kemudian disusul oleh penanganan pada rumah rusak dan masalah hewan,” katanya.

Baca Juga: Perketat Pengawasan setelah Air Berbusa, PAM Surya Sembada Minta Akses Jasa Tirta

Irvan menegaskan, layanan ini senantiasa dijaga kesiapannya, karena bahaya bisa datang kapan saja. Kecepatan dan ketepatan tindakan menjadi kunci utama perlindungan warga. Ia juga mengingatkan bahwa situasi darurat tidak selalu berupa bencana besar, melainkan bisa terjadi di tengah aktivitas sehari-hari di lingkungan sekitar.

 “Karena mayoritas yang terdampak adalah warga Surabaya yang sedang beraktivitas. Ini menjadi pengingat kuat bahwa risiko tersebut sangat dekat dengan kehidupan kita,” pesan Irvan.

 “Keadaan darurat di Surabaya nggak selalu berupa bencana besar. Banyak kejadian justru terjadi di sekitar kita, dalam aktivitas sehari-hari,” tuturnya.

 Kesiapsiagaan pribadi warga pun disebutnya sangat penting agar penanganan berjalan lebih efektif. “Keselamatan bersama selalu dimulai dari kepedulian dan kesiapsiagaan diri sendiri,” tegasnya.

 Masyarakat yang menghadapi kondisi darurat dapat langsung menghubungi layanan CC 112, atau melalui saluran pesan WhatsApp di nomor 081-131-112-112 untuk meminta bantuan. (rmt) 

Editor : Lambertus Hurek
darurat medis laporan command center CC 112 Call Center Command center 112