Airlangga Pribadi Kusman Berpulang, Pengamat Politik Unair Tinggalkan Jejak Pemikiran Demokrasi

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 15:57 WIB
Airlangga Pribadi Kusman.
Airlangga Pribadi Kusman.

RADAR SURABAYA – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Universitas Airlangga (Unair) dan dunia akademik Indonesia.

Dosen sekaligus pengamat politik Unair, Airlangga Pribadi Kusman, S.IP., M.Si., Ph.D., meninggal dunia pada Rabu (9/9).

Airlangga Pribadi Kusman yang akrab disapa Angga mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Kepergian Airlangga menjadi kehilangan besar bagi sivitas akademika Unair, keluarga, kolega, mahasiswa, serta dunia intelektual Indonesia.

Ia dikenal sebagai akademisi yang konsisten menyuarakan pentingnya demokrasi, keadilan sosial, dan berpikir kritis dalam membaca berbagai persoalan politik nasional.

Akademisi  yang Konsisten Mengawal Demokrasi

Airlangga Pribadi Kusman lahir di Jombang pada 23 November 1976. Ketertarikannya terhadap ilmu sosial dan politik telah tumbuh sejak muda.

Baca Juga: Napoli vs Arsenal: The Gunners Dijagokan Menang, Ini Prediksi Skornya

Ketekunan tersebut kemudian mengantarkannya menempuh pendidikan hingga meraih gelar doktor dalam bidang filsafat ilmu politik dari Murdoch University, Australia, pada 2016.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Australia, Airlangga kembali ke Indonesia dan mengabdikan diri di Departemen Politik FISIP Unair.

Di lingkungan kampus, ia tidak hanya dikenal sebagai dosen. Airlangga juga aktif memberikan pandangan akademis terhadap berbagai dinamika politik dan sosial yang berkembang di Indonesia.

Analisisnya yang kritis membuat pandangan Airlangga kerap menjadi rujukan dalam berbagai pemberitaan media massa, forum akademik, maupun diskusi publik.

Pemikiran Airlangga Pribadi Kusman Jadi Rujukan Publik

Sebagai akademisi dan pengamat politik, Airlangga dikenal memiliki keberanian dalam menyampaikan pandangan mengenai persoalan demokrasi dan kehidupan politik Indonesia.

Ia konsisten mendorong pentingnya demokrasi yang tidak hanya berjalan secara prosedural, tetapi juga memberikan ruang bagi keadilan sosial dan partisipasi masyarakat.

Pemikirannya menjadi bagian dari kontribusinya dalam membangun tradisi akademik yang kritis.

Bagi Airlangga, dunia pendidikan tidak hanya berkaitan dengan transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan kemampuan mahasiswa untuk berpikir kritis dan melihat persoalan secara mendalam.

Baca Juga: Polwan Garda Terdepan, Kompol Siska Arisandi Torehkan Prestasi Gemilang di Ajang Kapolri Cup 2026

Dedikasi tersebut membuat sosoknya dikenang oleh banyak mahasiswa dan kolega di lingkungan Universitas Airlangga.

Tinggalkan Jejak di Dunia Akademik dan Intelektual

Kepergian Airlangga Pribadi Kusman meninggalkan ruang kosong di lingkungan akademik Unair.

Jejak pengabdian dan pemikirannya menjadi bagian penting dari perjalanan Departemen Politik FISIP Unair.

Tidak hanya bagi kampus, kepergian Airlangga juga menjadi kehilangan bagi dunia intelektual Indonesia.

Gagasan, karya ilmiah, dan pandangan kritis yang selama ini disampaikannya akan menjadi bagian dari warisan pemikiran yang dapat dipelajari generasi berikutnya.

Sosok Airlangga menunjukkan bahwa akademisi memiliki peran penting dalam mengawal kehidupan demokrasi melalui pengetahuan, kajian ilmiah, dan kritik yang konstruktif.

Kabar berpulangnya Airlangga Pribadi Kusman mengundang belasungkawa dari keluarga besar Universitas Airlangga dan rekan-rekan sejawat.

Kepergiannya tidak hanya dirasakan sebagai kehilangan seorang dosen dan pengamat politik, tetapi juga seorang intelektual yang selama ini aktif menyumbangkan pemikiran bagi kehidupan demokrasi Indonesia.(rmt) 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Airlangga Pribadi Kusman dosen Universitas Airlangga Pengamat politik Unair