Dukung Konektivitas Surabaya Barat, Pelebaran Jalan Wiyung-Menganti Rampung 2027  

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 17:31 WIB

  Proyek Jalan Wiyung hingga Menganti terus dikebut untuk menyambungkan wilayah Surabaya Barat. (IST)

 Proyek Jalan Wiyung hingga Menganti terus dikebut untuk menyambungkan wilayah Surabaya Barat. (IST)

 

RADAR SURABAYA - Pemkot Surabaya terus mengebut proyek pelebaran Jalan Wiyung sampai Menganti. Upaya ini untuk melancarkan arus lalu lintas, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah di kawasan Surabaya Barat.

Ruas jalan ini menjadi jalur penghubung utama Surabaya dengan Kabupaten Gresik dan Sidoarjo. Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Hidayat Syah menjelaskan, ruas yang dikerjakan membentang dari perempatan Jalan Babatan Unesa ke arah barat hingga Wisma Lidah Kulon.

Baca Juga: Antisipasi Karhutla di Jatim, Gubernur Khofifah Ikut Sebar 3,2 Ton Garam

“Jadi, pelebaran Jalan Wiyung Menganti dari perempatan Jalan Babatan Unesa kita ke arah barat sampai dengan Wisma Lidah Kulon,” ujar Hidayat, Selasa (8/9).

Proyek ini berupa pekerjaan berjangka waktu bertahun-tahun atau multiyears. Sebelumnya, pada 2025 telah selesai dikerjakan sepanjang 350 meter. Sementara sisa pembangunan sepanjang 1.900 meter akan diselesaikan bertahap pada tahun 2026–2027.

 “Pekerjaan ini multiyears, dikerjakan tahun 2026 dan 2027 sepanjang 1.900 meter. Untuk target tahun 2026 ini kita selesaikan 950 meter,” tuturnya.

 Rancangan pembangunan mencakup tiga elemen utama: saluran air, badan jalan, dan trotoar. Saluran air akan dibangun lebar 5,4 meter menggunakan konstruksi Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP). Badan jalan selebar 10 meter, serta di sisi selatan disiapkan trotoar selebar 3 meter demi kenyamanan dan keamanan pejalan kaki.

 “Pekerjaan saluran nanti lebarnya 5,4 meter. Kemudian di sebelahnya ada badan jalan selebar 10 meter. Lalu di sisi sebelah selatan akan dibangun trotoar selebar tiga meter sebagai sarana pendukung pejalan kaki,” katanya.

 Selain memperluas kapasitas jalan, proyek ini juga dirancang untuk menyatu dengan jaringan Jalan Lingkar Dalam Barat (JLDB). Integrasi ini diharapkan mampu mengurangi titik kemacetan sekaligus melancarkan pergerakan kendaraan di seluruh kawasan barat kota.

 “Ini memang sudah lama menjadi mimpinya Surabaya untuk meningkatkan kapasitas jalan. Nantinya perjalanan antarkota akan lebih lancar dan logistik juga lebih lancar,” terangnya.

Baca Juga: Desil Tidak Sesuai, Dinsos Jatim Buka Pemutakhiran Data

 Kontrak pelaksanaan berjalan sejak April 2026 dan ditargetkan selesai sepenuhnya pada Mei 2027. Hidayat juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang merasa terganggu selama proses pembangunan berlangsung, khususnya warga dan pengguna jalan di kawasan Lidah Wetan serta Lidah Kulon.

 “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ketika pekerjaan ini berlangsung, terutama untuk pengguna Jalan Wiyung Menganti di area Lidah Wetan dan Lidah Kulon. Ini untuk kebermanfaatan kita ke depannya,” pungkasnya. (rmt)

Editor : Lambertus Hurek
JLDB wiyung menganti jalan lingkar dalam barat CCSP jalan wiyung