RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengajak masyarakat memperluas pilihan sumber protein dalam menu keluarga sehari-hari.
Warga diimbau tidak bergantung pada daging ayam dan sapi karena kebutuhan protein juga dapat dipenuhi dari ikan, telur, tahu, tempe, hingga kacang-kacangan.
Ajakan diversifikasi pangan tersebut disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya Nanik Sukristina.
Menurutnya, keberagaman pangan penting untuk membentuk pola konsumsi yang sehat sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
“Pangan sumber protein tidak hanya berasal dari daging ayam dan daging sapi. Masyarakat dapat memilih dan mengonsumsi berbagai sumber protein secara bergantian sesuai dengan kebutuhan keluarga,” kata Nanik, Kamis (3/9).
Diversifikasi Pangan Bukan Berarti Tinggalkan Ayam dan Daging Sapi
Nanik menjelaskan, diversifikasi pangan bukan berarti masyarakat harus berhenti mengonsumsi ayam maupun daging sapi.
Baca Juga: Ipswich Town vs Liverpool: Bradley Barcola Siap Jalani Debut Bersama Liverpool
Warga justru didorong memiliki lebih banyak pilihan sumber protein agar pemenuhan kebutuhan gizi tidak bergantung pada satu atau dua jenis pangan.
Menurutnya, pola tersebut sejalan dengan konsep Pola Pangan Harapan (PPH), yang mendorong masyarakat mengonsumsi pangan secara beragam dan proporsional dari berbagai kelompok makanan.
“Pola makan yang baik adalah pola makan yang beragam, bergizi, seimbang, aman, dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga. Jadi, sumber protein bisa diperoleh dari berbagai jenis pangan,” ujarnya.
Pilihan Sumber Protein Bisa Disesuaikan
Nanik mengatakan, masyarakat dapat menyesuaikan pilihan sumber protein dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing keluarga.
Menu harian tidak harus menggunakan bahan pangan yang mahal atau sulit diperoleh.
Ikan, telur, tahu, tempe, dan kacang-kacangan dapat menjadi alternatif sumber protein. Ayam dan daging sapi tetap dapat dikonsumsi, tetapi bukan satu-satunya pilihan untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga.
“Diversifikasi pangan adalah membiasakan keluarga memiliki banyak pilihan.
Baca Juga: Konsumsi Gula Gen Z Jatim Banyak dari Kafe hingga Warung Kopi
Hari ini bisa ikan, kemudian telur, tahu, tempe, atau sumber protein lainnya. Ayam dan daging sapi tetap bisa dikonsumsi, tetapi tidak harus menjadi satu-satunya pilihan,” jelasnya.
Konsumsi Pangan Beragam Perkuat Ketahanan Pangan
Ajakan diversifikasi pangan juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Surabaya menjaga ketahanan pangan masyarakat di tengah dinamika konsumsi pangan.
Berdasarkan catatan survei harga konsumen BPS Kota Surabaya, pada Juli 2026 secara month-to-month (m-to-m), Kota Surabaya mengalami deflasi sebesar 0,22 persen.
Pada periode tersebut, telur ayam ras dan daging ayam ras termasuk komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi.
Nanik menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa pergerakan konsumsi dan ketersediaan pangan dapat berubah dari waktu ke waktu.
Karena itu, keluarga perlu memiliki kebiasaan mengonsumsi pangan yang beragam.
Dengan semakin banyak pilihan sumber pangan, keluarga memiliki keleluasaan dalam menyusun menu sehari-hari sekaligus dapat menyesuaikan konsumsi dengan ketersediaan bahan pangan.
Menu Bergizi Tidak Harus Rumit
Nanik menegaskan, keberagaman menu keluarga tidak harus diwujudkan melalui makanan yang rumit.
Masyarakat dapat memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar dan mengolahnya menjadi menu sederhana dengan kandungan gizi yang tetap seimbang.
“Yang penting bukan hanya jenis proteinnya, tetapi bagaimana makanan tersebut dikonsumsi secara beragam dan seimbang.
Baca Juga: KAI Daop 8 Surabaya Tertibkan Ruko di Jalan Semarang, Aset Bernilai Miliaran Diamankan
Kita ingin masyarakat semakin terbiasa memilih pangan yang bergizi, aman, dan sesuai dengan kebutuhan keluarga,” tuturnya.
Ia menyebut masyarakat Surabaya secara umum telah memiliki pola konsumsi pangan yang cukup baik dan mendekati kondisi ideal dari sisi keberagaman serta keseimbangan konsumsi.
Karena itu, ajakan diversifikasi pangan lebih diarahkan untuk mempertahankan sekaligus memperkuat kebiasaan baik yang sudah dimiliki masyarakat.
Warga Surabaya Diminta Biasakan Menu Bergantian
Menurut Nanik, kebiasaan mengonsumsi beragam sumber protein memberikan keleluasaan bagi keluarga dalam menyusun menu harian.
Masyarakat dapat mengganti sumber protein dari satu hari ke hari berikutnya tanpa mengubah prinsip utama pemenuhan gizi.
“Tidak perlu menunggu kondisi tertentu untuk mulai melakukan diversifikasi. Dari sekarang, keluarga bisa membiasakan menu yang bergantian antara ikan, telur, tahu, tempe, kacang-kacangan, ayam, maupun daging sapi,” katanya.
Nanik berharap kebiasaan tersebut terus berkembang menjadi bagian dari pola hidup masyarakat Surabaya.
Dengan demikian, keluarga tidak hanya mendapatkan asupan protein yang cukup, tetapi juga terbiasa mengonsumsi makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.
“Semakin beragam pilihan pangan yang dikonsumsi, semakin banyak pula pilihan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
Ini yang terus kita dorong agar menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.(dim)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan