RADAR SURABAYA -- Dinas Perhubungan Kota Surabaya melakukan rekayasa lalu lintas dengan membalik arah arus di Jalan Embong Sawo dan Jalan Embong Gayam. Perubahan ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan di kawasan Jalan Kombes Pol Duryat serta Jalan Panglima Sudirman.
Dalam rekayasa tersebut, Jalan Embong Gayam yang sebelumnya melayani arus dari barat ke timur kini diberlakukan satu arah dari timur ke barat. Sebaliknya, Jalan Embong Sawo yang sebelumnya dari timur ke barat diubah menjadi satu arah dari barat ke timur.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Surabaya Beta Ramadhani menjelaskan, perubahan ini merupakan hasil evaluasi bersama antara Dishub dan Polrestabes Surabaya terhadap kondisi lalu lintas di kawasan tersebut.
Baca Juga: Sunway Medical Centre Ipoh, Rumah Sakit Pertama di Asia Tenggara, Hadirkan Terapi HIFU Tanpa Operasi
Salah satu persoalan utama adalah manuver kendaraan dari Jalan Kombes Pol Duryat yang hendak menuju Jalan Basuki Rahmat atau Jalan Panglima Sudirman kerap memotong arus secara mendadak.
“Ketika keluar dari Kombes Duryat dan mau mengarah ke Panglima Sudirman, sering ada kendaraan yang tiba-tiba memotong ke kanan. Kondisi ini cukup berisiko, terutama saat lalu lintas sedang padat,” kata Beta, Rabu (2/9).
Melalui perubahan arah tersebut, kendaraan dari Jalan Kombes Pol Moh. Duryat yang hendak menuju Jalan Panglima Sudirman kini memiliki jarak yang lebih panjang untuk melakukan manuver. Jadi, pengemudi memiliki waktu lebih cukup untuk melihat kondisi lalu lintas sebelum berpindah jalur.
“Setiap pagi saat patroli hampir selalu ada kendaraan yang memotong atau nyaris bersenggolan. Memang tidak selalu sampai terjadi kecelakaan, tetapi situasi seperti itu sangat berbahaya bagi pengendara,” ujarnya.
Uji coba ini akan dievaluasi secara berkala, tidak hanya di Jalan Basuki Rahmat tetapi juga dampaknya terhadap arus lalu lintas di sekitar Kombes Duryat dan Panglima Sudirman.
Hasil evaluasi akan digunakan untuk menentukan penyempurnaan, termasuk kemungkinan penambahan rambu dan marka jalan. Rekayasa ini direncanakan menjadi pengaturan berkelanjutan dengan penyesuaian berdasarkan hasil pemantauan di lapangan.
Baca Juga: Sinergi Unesa dan Pemkot Surabaya Hidupkan Folklor Sawunggaling di Kampung Pancasila
Selama masa awal penerapan, Dishub Surabaya menempatkan petugas di sejumlah titik untuk membantu masyarakat beradaptasi dan mengarahkan pengendara yang masih terbiasa dengan pola lama.
“Untuk beberapa hari awal, petugas kami tempatkan di titik-titik tersebut untuk membantu masyarakat. Kalau sudah mulai memahami dan kondisi di lapangan sudah lebih landai, petugas akan kami evaluasi kembali,” jelasnya.
Beta pun mengimbau masyarakat untuk memperhatikan rambu, marka, serta arahan petugas dan tidak memaksakan diri melewati pembatas atau mengambil jalur yang berlawanan dengan pengaturan baru.
“Dengan adanya perubahan arus ini, kami berharap masyarakat lebih tertib. Jangan melanggar rambu dan marka karena keselamatan pengguna jalan menjadi pertimbangan utama dalam pengaturan ini,” pungkasnya. (rmt)
Editor : Lambertus Hurek