Sinergi Unesa dan Pemkot Surabaya Hidupkan Folklor Sawunggaling di Kampung Pancasila

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 16:38 WIB
SINERGIS: Suasana kegiatan Penyamaan Persepsi antara tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Pemerintah Kelurahan di Ruang Kantor Lurah Lidah Wetan, Rabu (2/9/2026).
SINERGIS: Suasana kegiatan Penyamaan Persepsi antara tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Pemerintah Kelurahan di Ruang Kantor Lurah Lidah Wetan, Rabu (2/9/2026).

RADAR SURABAYA - Sebagai upaya menghidupkan kembali warisan budaya lokal sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Pemerintah Kota Surabaya, dan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya berkolaborasi menggelar program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Baca Juga: Unesa SDGs FAIR 2026: Inovasi Pengabdian Dipamerkan di Bali, Hasil Riset Jadi Solusi Nyata

Kegiatan yang tergabung dalam tajuk "Kampung Pancasila" ini resmi memulai langkah awalnya melalui agenda Penyamaan Persepsi di Ruang Kantor Lurah Lidah Wetan pada Rabu, 02 September 2026. 

PKM kali ini mengusung judul yang inovatif, yakni "Sawunggaling Artpreneur: Revitalisasi Folklor Kelurahan Lidah Wetan dan Kelurahan Lidah Kulon Melalui Alih Wahana Tari Kontemporer dan Komodifikasi Kriya Kreatif".

Baca Juga: Unesa Siapkan Tenaga Pendamping untuk Perkuat Pendidikan Bermutu di Kupang dan Tidore

Program strategis ini diketuai oleh Dr. Moh. Arif Susanto, M.Hum., akademisi dari Program Studi S-1 Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unesa. 

Arif Susanto mengatakan, fokus utama dari pengabdian ini adalah merevitalisasi folklor lokal, khususnya kisah legendaris Sawunggaling, melalui dua medium utama: seni tari kontemporer dan kriya kreatif.

Baca Juga: Unesa Sambut 20.000 Lebih Mahasiswa Baru, Ada Satgas Khusus Antisipasi Perundungan

"Untuk merealisasikan program tersebut, tim PKM Unesa menawarkan solusi komprehensif melalui metode pendampingan On On In," ujarnya.

Pendekatan pendampingan ini akan diimplementasikan secara terstruktur melalui tiga tahapan utama. Yakni, pemberian pemahaman, masyarakat akan diberikan pengetahuan mendalam mengenai proses alih wahana cerita folklor ke dalam bentuk pertunjukan tari kontemporer.

Baca Juga: Bukan Sekadar Magang! 14 Mahasiswa Unesa Terjun ke 6 Cabor Puslatda Jatim

Pelatihan praktis, masyarakat dari kedua kelurahan akan diberikan pelatihan intensif, yang meliputi keterampilan menari serta teknik pembuatan kriya kreatif yang berdaya jual. 

Evaluasi dan umpan balik, tim pengabdian akan secara rutin memberikan umpan balik (feedback) terhadap seluruh rangkaian kegiatan pelatihan guna memastikan target kecakapan masyarakat benar-benar tercapai. 

Dia mengatakan, langkah ini diambil tidak hanya untuk menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga dirancang terintegrasi untuk menopang dua dari empat pilar utama Kampung Pancasila.

Yaitu pilar ekonomi dan sosial masyarakat. Melalui komodifikasi kriya kreatif dan seni tari, masyarakat—khususnya generasi muda diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru berbasis kearifan lokal yang berdampak langsung pada peningkatan potensi ekonomi dan kesejahteraan bersama. (rmt/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar surabaya
lppm kampung pancasila pemkot UNESA