Unesa SDGs FAIR 2026: Inovasi Pengabdian Dipamerkan di Bali, Hasil Riset Jadi Solusi Nyata

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 18:53 WIB

SINERGI: Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar Unesa SDGs FAIR 2026 di Prime Plaza Hotel Sanur, Denpasar, Bali, pada 27–29 Juni 2026. SDGs FAIR 2026 diikuti oleh dosen, mahasiswa, mitra pengabdian, pemerintah daerah, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan dari sejumlah daerah.(IST/RADAR SURABAYA)
SINERGI: Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar Unesa SDGs FAIR 2026 di Prime Plaza Hotel Sanur, Denpasar, Bali, pada 27–29 Juni 2026. SDGs FAIR 2026 diikuti oleh dosen, mahasiswa, mitra pengabdian, pemerintah daerah, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan dari sejumlah daerah.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar Unesa SDGs FAIR 2026: Diseminasi Inovasi Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) di Prime Plaza Hotel Sanur, Denpasar, Bali, pada 27–29 Juni 2026.

Kegiatan yang diinisiasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unesa ini menjadi wadah strategis untuk menyebarluaskan berbagai inovasi hasil pengabdian sivitas akademika sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan. 

Puluhan inovasi dipamerkan, mencakup bidang pendidikan, teknologi tepat guna, kesehatan masyarakat, pemberdayaan UMKM, literasi digital, pengolahan limbah ramah lingkungan, hingga pengembangan desa berbasis potensi lokal.

Baca Juga: Tim Asal Kabupaten Malang Amankan Slot di Babak Grand Champion

Beragam karya tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diarahkan untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat, sekaligus mendukung pencapaian target SDGs seperti pendidikan berkualitas, pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta pembangunan komunitas berkelanjutan.

 Ketua LPPM Unesa, Muhammad Turhan Yani, menjelaskan bahwa SDGs FAIR menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat hilirisasi hasil riset dan pengabdian agar manfaatnya semakin dirasakan langsung oleh masyarakat.

 “Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk mendiseminasikan berbagai inovasi pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan oleh sivitas akademika Unesa. Kami ingin memastikan bahwa program-program pengabdian yang dijalankan mampu memberikan dampak nyata, memberdayakan masyarakat, dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals,” ujarnya. 

Baca Juga: LaNyalla Optimistis Gus Kikin Mampu Penuhi Harapan Presiden

Ia menambahkan bahwa tantangan pembangunan berkelanjutan memerlukan sinergi lintas sektor. Oleh karena itu, agenda ini diharapkan menjadi ruang bertemunya perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dalam membangun solusi yang inovatif dan berkelanjutan.

Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi, dan Science Center Unesa, Bambang Sigit Widodo, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bukti komitmen kampus dalam memperkuat peran Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk mendukung agenda pembangunan nasional maupun global.

“Unesa terus berkomitmen mendukung pencapaian SDGs melalui berbagai program riset dan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bagaimana inovasi akademik dapat dihilirisasi menjadi solusi nyata dalam bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, sosial, maupun lingkungan,” ungkapnya. 

Baca Juga: Unesa Siapkan Tenaga Pendamping untuk Perkuat Pendidikan Bermutu di Kupang dan Tidore

SDGs FAIR 2026 diikuti oleh dosen, mahasiswa, mitra pengabdian, pemerintah daerah, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan dari sejumlah daerah. Selain pameran inovasi, kegiatan juga diisi forum diskusi dan berbagi praktik baik pengabdian berbasis SDGs.

Penyelenggaraan di Denpasar dinilai strategis karena Bali dikenal aktif mengembangkan pembangunan berkelanjutan berbasis budaya, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan ini, Unesa memperluas jejaring kerja sama nasional sekaligus memperkenalkan berbagai inovasi pengabdian kepada masyarakat kepada mitra yang lebih luas. 

Dari UMKM Digital hingga Desa Berbasis Potensi, Unesa Paparkan Inovasi Pengabdian Berdampak di Bali, Kolaborasi Lintas Sektor

Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terus memperkuat implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Diseminasi Inovasi Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis SDGs yang berlangsung pada 27–29 Juni 2026 di Denpasar, Bali. Kegiatan ini digelar oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unesa sebagai forum berbagi praktik baik sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan program pengabdian yang berdampak nyata bagi masyarakat. 

IMPLEMENTASI: FGD diikuti oleh dosen, peneliti, pelaksana pengabdian, mitra perguruan tinggi, pemerintah daerah, komunitas, serta para pemangku kepentingan.(IST/RADAR SURABAYA)
IMPLEMENTASI: FGD diikuti oleh dosen, peneliti, pelaksana pengabdian, mitra perguruan tinggi, pemerintah daerah, komunitas, serta para pemangku kepentingan.(IST/RADAR SURABAYA)

FGD diikuti oleh dosen, peneliti, pelaksana pengabdian, mitra perguruan tinggi, pemerintah daerah, komunitas, serta para pemangku kepentingan. Forum ini menjadi ruang ilmiah untuk mempresentasikan capaian program pengabdian, mengevaluasi implementasi di lapangan, dan menyusun strategi pengembangan program yang selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan.

 Ketua LPPM Unesa, Muhammad Turhan Yani, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung pencapaian SDGs melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama aspek pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian, lanjutnya, tidak boleh sekadar program jangka pendek, melainkan harus menjawab persoalan masyarakat secara berkelanjutan. 

Baca Juga: Tak Lagi Minder, Mahasiswa Disabilitas Nyaman Ikuti PKKMB Unesa

“Perguruan tinggi harus hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Melalui Focus Group Discussion ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh program pengabdian yang dilakukan Unesa memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals,” ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa penguatan inovasi, kolaborasi, dan evaluasi menjadi aspek penting agar setiap program pengabdian memberikan manfaat yang terukur. Diseminasi hasil pengabdian perlu terus dilakukan sebagai sarana berbagi pengalaman sekaligus memperluas penerapan praktik-praktik yang telah terbukti berhasil. 

Dalam forum ini, para peserta memaparkan berbagai inovasi yang telah diterapkan di sejumlah daerah, mencakup pemberdayaan UMKM berbasis digital, pengembangan desa berbasis potensi lokal, penguatan literasi dan pendidikan berkelanjutan, pemanfaatan teknologi tepat guna, pelatihan kewirausahaan, pengembangan media pembelajaran inovatif, hingga pendampingan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital. Seluruh program dinilai sejalan dengan target SDGs, seperti pengentasan kemiskinan, pendidikan berkualitas, pekerjaan layak, pengurangan kesenjangan, serta pembangunan komunitas yang berkelanjutan. 

Selain memaparkan capaian, peserta juga membahas tantangan di lapangan, termasuk pentingnya evaluasi keberlanjutan program setelah pendampingan berakhir untuk memastikan dampak sosial yang langgeng dan menyusun strategi yang lebih efektif ke depannya. 

INOVASI DAN DISKUSI: Selain pameran inovasi, kegiatan juga diisi forum diskusi dan berbagi praktik baik pengabdian berbasis SDGs. Penyelenggaraan di Denpasar dinilai strategis karena Bali dikenal aktif mengembangkan pembangunan berkelanjutan berbasis budaya, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.(IST/RADAR SURABAYA)
INOVASI DAN DISKUSI: Selain pameran inovasi, kegiatan juga diisi forum diskusi dan berbagi praktik baik pengabdian berbasis SDGs. Penyelenggaraan di Denpasar dinilai strategis karena Bali dikenal aktif mengembangkan pembangunan berkelanjutan berbasis budaya, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.(IST/RADAR SURABAYA)

Melalui forum ini, Unesa kembali menegaskan komitmennya membangun ekosistem pengabdian yang kolaboratif, inovatif, dan adaptif. Kegiatan serupa akan terus diperkuat sebagai ruang pertukaran gagasan, pengembangan jejaring kerja sama, serta diseminasi inovasi yang berkontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat dan pencapaian SDGs di Indonesia. (rmt/gun)

Editor : Guntur Irianto
Sumber : radar surabaya
sgds fair 2026 Universitas Negeri Surabaya SDGs pengabdian masyarakat UNESA