Migrant Center Umsura Diresmikan, Siapkan Calon Pekerja Migran Siap Kerja di Luar Negeri

Andy Satria • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 08:47 WIB
TINJAU KESIAPAN: Wamen Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla (tiga dari kanan) saat meninjau salah satu ruangan di Migrant Center Umsura, Sabtu (29/8). (Andy Satria/Radar Surabaya)
TINJAU KESIAPAN: Wamen Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla (tiga dari kanan) saat meninjau salah satu ruangan di Migrant Center Umsura, Sabtu (29/8). (Andy Satria/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA – Peluang kerja di luar negeri terus terbuka bagi tenaga kerja Indonesia, terutama di sektor formal seperti kesehatan, konstruksi, dan berbagai bidang teknik.

Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) meresmikan Migrant Center Umsura sebagai pusat penyiapan calon pekerja migran Indonesia yang kompeten dan siap bersaing di pasar kerja internasional.

Migrant Center Umsura diresmikan oleh Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla, Sabtu (29/8).

Fasilitas tersebut disiapkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebelum bekerja di luar negeri.

Calon pekerja migran tidak hanya mendapatkan pembekalan keterampilan, tetapi juga pelatihan bahasa asing, peningkatan kompetensi, hingga sertifikasi.

Baca Juga: Muktamar NU Sepakati Rais Aam dan Ketum PBNU Dilarang Rangkap Jabatan Politik dan Publik

Dzulfikar mengatakan Umsura memiliki modal yang kuat untuk mengembangkan program tersebut.

Salah satunya karena perguruan tinggi itu memiliki rekam jejak yang baik, terutama dalam pengembangan pendidikan di bidang kesehatan.

Menurut dia, sektor kesehatan menjadi salah satu bidang yang memiliki kebutuhan besar terhadap tenaga kerja Indonesia di luar negeri.

 Tingginya permintaan tersebut terlihat dari data job order dalam Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) selama tiga tahun terakhir.

"Kita tahu bersama bahwa Umsura memiliki track record di bidang kesehatan, baik kesehatan umum maupun kesehatan masyarakat, yang sangat baik," ujar Dzulfikar.

Ia menilai kebutuhan tenaga kerja sektor kesehatan di pasar internasional masih berpotensi meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

 Karena itu, penyiapan calon pekerja migran harus dilakukan secara lebih terarah sejak dari dalam negeri.

Dukung Program SMK Go Global

Kehadiran Migrant Center Umsura juga mendukung program SMK Go Global yang menjadi salah satu arahan Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah mendorong lulusan pendidikan vokasi agar memiliki kesempatan lebih luas untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja formal di berbagai negara.

Dzulfikar menegaskan, setiap Migrant Center harus memenuhi standar yang ditetapkan. Mulai dari kesiapan ruangan, fasilitas pelatihan, hingga kompetensi dan lisensi instruktur menjadi perhatian pemerintah.

Baca Juga: Liverpool Masih Belum Padu dan Solid, The Reds Kembali Gagal Menang

"Kehadiran kami hari ini untuk memastikan Migrant Center yang terlibat dalam program SMK Go Global ini memiliki standar yang bagus, baik dari segi ruangan, kesiapan fasilitas, dan lain sebagainya. Instrukturnya juga kompeten dan memiliki lisensi," tegasnya.

Menurut Dzulfikar, Migrant Center Umsura berpotensi menjadi salah satu rujukan bagi perguruan tinggi lain dalam menyiapkan fasilitas serupa.

Pemerintah, lanjut dia, tengah mendorong terbentuknya ekosistem penempatan pekerja migran Indonesia di sektor formal.

Salah satu langkahnya adalah memperbanyak Migrant Center berkualitas di lingkungan perguruan tinggi.

"Ini salah satu Migrant Center yang bisa menjadi rujukan bagi kampus-kampus lain tentang bagaimana menyiapkan Migrant Center yang baik," katanya.

Pemerintah Dorong Migrant Center di Perguruan Tinggi

Dzulfikar mengatakan pemerintah mendorong semakin banyak perguruan tinggi memiliki Migrant Center.

Pihaknya bahkan telah melakukan rapat dengan sekitar 23 perguruan tinggi untuk membahas pengembangan fasilitas tersebut.

Saat ini, sejumlah perguruan tinggi telah memiliki fasilitas serupa, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta.

 Di antaranya Universitas Indonesia, UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Lambung Mangkurat.

Baca Juga: SPMB Al Hikmah Surabaya 2027/2028 Resmi Dibuka, Bidik Generasi Islami Berwawasan Internasional

"Dari yang fasilitasnya kurang lebih mirip dengan yang dimiliki Umsura, ada sekitar delapan kampus," ujarnya.

Pemerintah berharap jumlah Migrant Center di Indonesia terus bertambah.

Dengan demikian, kebutuhan tenaga kerja formal di luar negeri dapat diisi oleh SDM Indonesia yang telah mendapatkan pembekalan dan pelatihan sesuai standar.

"Kita berharap ke depannya bisa semakin banyak sehingga upaya pemerintah yang hari ini dipimpin oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan ekosistem penempatan formal dapat segera kita realisasikan dan wujudkan," tegas Dzulfikar.

Umsura Targetkan 200 Calon Peserta

Sementara itu, Rektor Umsura Mundakir mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk mendukung program Migrant Center.

Fasilitas tersebut mencakup pelatihan bahasa asing, peningkatan keterampilan (upskilling), hingga proses sertifikasi.

 Ruang kelas tersedia di lantai 5 dan 6, sedangkan fasilitas upskilling berada di lantai 5.

Umsura juga menyiapkan ruang Objective Structured Clinical Examination (OSCE) untuk mendukung proses sertifikasi, khususnya bagi calon pekerja di bidang kesehatan.

"Yang perlu disiapkan adalah fasilitas untuk pelatihan bahasa, kemudian fasilitas untuk upskill, serta fasilitas lain terkait bagaimana calon peserta migran ini bisa berangkat dengan baik. Alhamdulillah, sudah kita siapkan semua," ujar Mundakir.

Program tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa Umsura. Kampus juga akan menggandeng SMA dan SMK untuk menjaring calon peserta, terutama lulusan yang ingin memperoleh pembekalan sebelum bekerja di luar negeri.

Selain lulusan SMA dan SMK, program tersebut juga terbuka bagi lulusan Diploma III (D3) dan Strata 1 (S1).

Pada tahap awal, Umsura menargetkan sebanyak 200 calon peserta. Proses perekrutan ditargetkan mulai dilakukan pada tahun ini, dengan penjaringan calon peserta direncanakan berlangsung pada September 2026.

"Kita tadi, insyaallah, untuk tahap awal menyiapkan 200 calon peserta. Tinggal nanti bagaimana kita merekrut dan menerima mahasiswa atau peserta untuk program ini," kata Mundakir.

Siapkan Tenaga Caregiver hingga Perawat Profesional

Migrant Center Umsura menyiapkan berbagai keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja internasional.

Bidang yang dipersiapkan antara lain caregiver, perawat profesional (professional nurse), konstruksi, operasional, hingga berbagai keterampilan teknik.

Kemampuan bahasa asing juga menjadi bagian penting dalam pembekalan calon pekerja migran.

Migrant Center Umsura menyiapkan pembelajaran bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, dan Jerman.

Dengan hadirnya Migrant Center Umsura, calon pekerja migran di Surabaya dan Jawa Timur diharapkan memiliki akses lebih luas terhadap pelatihan, peningkatan kompetensi, dan sertifikasi sebelum memasuki pasar kerja internasional.

Keberadaan pusat tersebut juga diharapkan memperkuat ekosistem penempatan pekerja migran Indonesia di sektor formal.(sam) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Migrant Center Umsura pekerja migran indonesia universitas muhammadiyah surabaya umsura