Pemkot Surabaya Ubah Pasar Tradisional Jadi Lebih Modern dan Berdaya Saing

Dimas Mahendra • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 18:10 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau proyek revitalisasi pasar di Surabaya. (IST)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau proyek revitalisasi pasar di Surabaya. (IST)

 

RADAR SURABAYA – Pasar tradisional di Kota Surabaya perlahan disiapkan untuk meninggalkan kesan kumuh, becek, semrawut, dan kurang nyaman. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kini mendorong perubahan wajah pasar rakyat melalui program revitalisasi 16 pasar yang tersebar di berbagai wilayah Kota Pahlawan.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya Iman Krestian mengatakan, revitalisasi diarahkan agar pasar tradisional memiliki standar yang lebih modern sehingga mampu meningkatkan kenyamanan sekaligus daya saing.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Minta Kontraktor Tak Abaikan Keselamatan Pengguna Jalan Saat Kerjakan Proyek

“Secara keseluruhan tujuan revitalisasi tersebut untuk meningkatkan kualitas bangunan, sanitasi, drainase, dan utilitas pasar, agar lebih bersih, aman, dan nyaman,” kata Iman.

Sebanyak 16 pasar masuk dalam program tersebut. Di antaranya Pasar Tembok Dukuh, Pasar Kembang, Pasar Simogunung, Pasar Wonokromo, Pasar Karah, Pasar Kedungsari, Pasar Genteng, Pasar Babaan Baru, Pasar Kapasan, Pasar Pucang Anom, Pasar Pecindilan, Pasar Dukuh Kupang, Pasar Gresik PPI, Pasar Gubeng Masjid, Pasar Pakis, dan Pasar Krembangan. 

Menariknya, konsep modernisasi terlihat dari upaya Pemkot menambah kapasitas dan menata ulang ruang perdagangan. Di Pasar Tembok Dukuh, misalnya, jumlah stan disiapkan meningkat dari sekitar 135 menjadi 189 stan. Penataan tersebut sekaligus diarahkan agar pedagang yang sebelumnya berjualan di luar pasar dapat masuk ke area yang telah disediakan. 

Baca Juga: Sembilan Hari TC di Thailand, Persebaya Surabaya Siap Tempur di Musim 2026/2027

Konsep serupa juga diterapkan di Pasar Keputran Selatan. Revitalisasi di pasar tersebut tidak hanya membenahi bangunan dan sanitasi, tetapi memisahkan area pedagang basah dan kering serta menambah sekitar 60 stan di lantai dua. Dengan tambahan itu, kapasitas pasar nantinya mencapai 384 stan. 

Sementara di Pasar Wonokromo, pendekatan modernisasi bahkan menyentuh fasilitas pendukung perdagangan. Pemkot menyiapkan pembenahan sentra pemotongan unggas dengan konsep yang lebih modern, termasuk dukungan fasilitas seperti conveyor belt, tanpa meninggalkan keberadaan pedagang eksisting. 

Iman mengatakan, penataan juga dilakukan untuk mengurangi keberadaan pasar tumpah. Pedagang diarahkan menempati ruang yang telah disediakan sehingga aktivitas jual beli tidak lagi mengganggu fungsi jalan maupun arus lalu lintas.

“Selain itu juga untuk menata zonasi pedagang dan mengurangi adanya pasar tumpah, agar aktivitas perdagangan lebih tertib dan tidak mengganggu lalu lintas,” ujarnya. (dim)

Editor : Lambertus Hurek
pasar tradisional pasar rakyat Revitalisasi Pasar pemkot surabaya pasar keputran selatan