BMKG Tanjung Perak Prediksi Banjir Rob Ancam Pesisir Surabaya, Efek Bulan Purnama

Lambertus Hurek • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:38 WIB
Banjir rob menggenangi kawasan wisata Kenjeran Park (Kenpark) Surabaya. (Lambertus Hurek/Radar Surabaya)
Banjir rob menggenangi kawasan wisata Kenjeran Park (Kenpark) Surabaya. (Lambertus Hurek/Radar Surabaya)

 

RADAR SURABAYA – Warga pesisir Surabaya diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob pada periode 22–28 Agustus 2026. Fenomena pasang air laut tersebut dipengaruhi fase bulan purnama yang dapat meningkatkan ketinggian muka air laut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim menyebut sejumlah wilayah pesisir Jawa Timur berpotensi terdampak banjir rob selama periode tersebut.

Baca Juga: Bursa Transfer: Chelsea Jual 2 Penyerang, Delap dan Nicolas Jackson Dilepas Senilai Rp2,78 Triliun

Untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya, kawasan pesisir perlu menjadi perhatian karena kenaikan muka air laut dapat menyebabkan air laut melimpas ke daratan, terutama di lokasi yang memang memiliki riwayat pasang maksimum.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Sutarno, mengingatkan masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir agar meningkatkan kewaspadaan.

Fase bulan purnama menjadi salah satu faktor astronomis yang memengaruhi kondisi pasang surut. Ketika posisi bumi, bulan, dan matahari berada pada konfigurasi tertentu, gaya gravitasi bulan dan matahari terhadap bumi dapat menyebabkan pasang air laut menjadi lebih tinggi dibandingkan kondisi normal.

Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena banjir rob tidak selalu disertai hujan. Air laut dapat menggenangi kawasan pesisir akibat naiknya muka air laut, terutama ketika kondisi pasang maksimum bertepatan dengan wilayah daratan yang rendah.

Baca Juga: Bursa Transfer: Baleba Resmi Gabung, Belanja Gelandang Manchester United Tembus Rp3,57 Triliun

Di Surabaya, sejumlah kawasan pesisir yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Kalianak, Greges, Kalimas Baru, Bulak, Kenjeran hingga kawasan pantai timur Surabaya. Wilayah tersebut memiliki aktivitas permukiman, pergudangan, industri, pelabuhan, tambak, maupun kegiatan masyarakat yang berdekatan dengan garis pantai dan aliran sungai.

Ancaman rob juga perlu diperhatikan di kawasan pesisir Surabaya Barat yang terhubung dengan wilayah Gresik, Lamongan hingga Tuban. BMKG Maritim memasukkan kawasan pesisir tersebut dalam wilayah yang perlu mewaspadai potensi banjir rob selama periode 22–28 Agustus.

Masyarakat di kawasan rawan diminta memantau informasi pasang surut dan perkembangan cuaca dari BMKG. Warga juga disarankan mengamankan barang-barang yang mudah rusak jika terkena air laut serta mengantisipasi kemungkinan genangan di jalan maupun lingkungan permukiman.

Bagi nelayan dan masyarakat yang melakukan aktivitas di sekitar pantai, muara sungai, pelabuhan, dan tambak, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan. Kondisi pasang tinggi dapat mengganggu aktivitas sekaligus memperlambat aliran air dari daratan menuju laut. (*)

Editor : Lambertus Hurek
pasang laut maksimum banjir rob bmkg tanjung perak Bulan purnama fase bulan purnama