RADAR SURABAYA – Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya resmi dimulai pada Selasa (25/8).
Sebanyak 3.160 mahasiswa baru dari sembilan fakultas mengikuti pembukaan PKKMB 2026 di Pelataran Gedung Fakultas Kedokteran Untag Surabaya.
Mengusung tema Empowering Global Generation, PKKMB Untag Surabaya tidak hanya menjadi momentum penyambutan mahasiswa baru.
Kegiatan tersebut juga menjadi tahap awal pembentukan karakter dan pengenalan nilai-nilai yang akan menjadi bekal mahasiswa selama menjalani pendidikan di Kampus Merah Putih.
3.160 Maba Ikuti Pembukaan PKKMB Untag Surabaya
Ribuan mahasiswa baru mulai memadati area kampus sejak pagi. Mereka mengikuti proses pencatatan kehadiran menggunakan sistem sidik jari (fingerprint).
Baca Juga: Sound Horeg Tembus 120 Desibel, Dokter Ungkap Risiko Tuli Permanen dan Vertigo
Penggunaan teknologi tersebut sekaligus menjadi pengenalan awal terhadap sistem digital yang akan digunakan mahasiswa dalam menjalani aktivitas akademik di Untag Surabaya.
Pembukaan PKKMB diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Untag Surabaya.
Suasana semakin meriah dengan penampilan biola yang menjadi salah satu inovasi dalam pelaksanaan PKKMB tahun ini.
Mahasiswa baru kemudian diperkenalkan dengan jajaran pimpinan Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya, pimpinan universitas dan fakultas, serta Ketua Pelaksana PKKMB Untag Surabaya 2026.
Tari Owly dan Jamu Tradisional Meriahkan PKKMB
Tidak hanya penampilan musik, pembukaan PKKMB Untag Surabaya juga dimeriahkan Tari Owly bersama maskot Untag Surabaya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus menciptakan suasana penyambutan yang lebih dekat dan berkesan bagi mahasiswa baru.
Untag Surabaya juga membagikan jamu tradisional kepada seluruh mahasiswa baru.
Baca Juga: Muludan di Cumpat Surabaya, Saat Uang Berhamburan dari Atas Rumah dan Unta Menyapa Kampung Nelayan
Pemberian jamu tersebut menjadi salah satu cara memperkenalkan kekayaan budaya dan warisan Nusantara kepada generasi muda.
PKKMB Untag Surabaya Tekankan Pembentukan Karakter
Rektor Untag Surabaya, Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T., menegaskan bahwa PKKMB bukan sekadar kegiatan untuk memperkenalkan fasilitas, lingkungan, serta peraturan kampus.
Menurutnya, PKKMB juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter mahasiswa agar mampu menjalani kehidupan akademik sekaligus berkontribusi di tengah masyarakat.
“Kampus memiliki lima basis nilai, yaitu kebangsaan, kejujuran, kecerdasan, keberagaman, dan kreativitas. Nilai itulah yang akan diajarkan dan harus diterapkan selama menjadi mahasiswa,” jelas Harjo.
Sementara itu, Ketua Pelaksana PKKMB Untag Surabaya 2026, Yusrida Muflihah, S.Kom., M.Kom., menyambut kedatangan ribuan mahasiswa baru.
Ia mengajak mahasiswa menjadikan lingkungan kampus sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
“Selamat datang 3.160 mahasiswa baru di Kampus Merah Putih. Mari jadikan universitas sebagai tempat untuk mengasah diri dan memperluas wawasan,” tuturnya.
Maba Asal Sorong Antusias Ikuti PKKMB
Antusiasme mengikuti PKKMB juga dirasakan Meyor Apner Antoh, mahasiswa baru Program Studi Teknik Informatika asal Sorong, Papua.
Apner mengaku telah mempersiapkan diri sejak dini hari untuk mengikuti rangkaian kegiatan penyambutan mahasiswa baru.
“Saya sudah bersiap sejak pukul empat pagi. Rasanya senang dan tidak sabar untuk segera menjalani setiap rangkaian acaranya,” ungkap Apner.
Pembukaan PKKMB kemudian ditutup dengan pembacaan ikrar integritas oleh sembilan perwakilan mahasiswa baru.
Ikrar tersebut menjadi komitmen mahasiswa untuk menjalani kehidupan akademik dengan menjunjung tinggi kejujuran dan tanggung jawab.
Setelah pembukaan, 3.160 mahasiswa baru dari sembilan fakultas mengikuti berbagai agenda PKKMB yang telah disiapkan Untag Surabaya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengenal lingkungan kampus, tetapi juga mampu membangun karakter sebagai generasi yang siap memberikan dampak positif bagi masyarakat. (rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan