94 Ton Sampah Diangkat, Satgas Sungai Lestari Jaga Kali Tebu Surabaya

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 06:14 WIB
Satgas bersama dibentuk untuk menjaga Kali Tebu. (Rahmat Sudrajat)
Satgas bersama dibentuk untuk menjaga Kali Tebu. (Rahmat Sudrajat)

RADAR SURABAYA – Sebanyak 94 ton sampah berhasil diangkat dari Kali Tebu, Surabaya, dalam kurun waktu Mei hingga Agustus 2026.

Temuan tersebut menjadi alarm serius atas tingginya pencemaran sungai dan mendorong pembentukan Satgas Sungai Lestari untuk memperkuat pengawasan hingga penindakan terhadap pelanggaran lingkungan.

Aksi pemulihan Kali Tebu dilakukan melalui inisiatif Mission of Zero Plastic Leakage (Mozaik) yang digagas Ecoton.

Program tersebut tidak hanya berfokus pada pembersihan sungai, tetapi juga mendorong upaya pencegahan pencemaran langsung dari sumbernya.

Data penyortiran di Material Recovery Facility (MRF) TPS 3R Kedungcowek menunjukkan persoalan sampah di Kali Tebu cukup memprihatinkan.

Dari 73,3 ton sampah yang dianalisis, sebanyak 87,5 persen merupakan sampah residu.

Baca Juga: Kemiskinan Turun, Ketimpangan Melebar, Kelas Atas Makin Untung

Sementara itu, sampah yang dapat didaur ulang mencapai 6,7 persen dan sampah organik sebesar 5,8 persen.

Temuan paling mencolok adalah tingginya jumlah sampah popok sekali pakai dan pembalut.

Sebanyak 34,9 persen dari total sampah residu atau setara 22,3 ton terdiri atas jenis sampah tersebut.

Kali Tebu Hadapi Beban Polutan Besar

Manajer Program Mozaik, Amirrudin Muttaqin, mengatakan Kali Tebu saat ini menghadapi beban polutan residu yang sangat besar.

Karena itu, pembentukan Satgas Sungai Lestari menjadi langkah strategis untuk menghentikan rantai pencemaran dari akar masalah.

“Kami memposisikan satgas ini sebagai ujung tombak penggerak masyarakat. Harapan terbesar kami, kehadiran satgas ini mampu menumbuhkan kesadaran lingkungan yang mengakar kuat langsung dari kehidupan masyarakat itu sendiri,” kata Amirrudin, Senin (24/8).

Menurutnya, pembersihan sungai dan pemilahan sampah di fasilitas MRF tidak akan cukup tanpa pengawasan yang kuat di lapangan.

Pencegahan pembuangan sampah dan limbah secara langsung ke sungai menjadi bagian penting dalam upaya memulihkan Kali Tebu.

“Untuk memutus rantai polusi secara terstruktur, pembentukan Satgas Sungai Lestari menjadi langkah yang tepat,” tegasnya.

DLH Surabaya Siapkan SK untuk Satgas Sungai Lestari

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Muhammad Fikser, menyambut positif pembentukan Satgas Sungai Lestari.

Pemerintah Kota Surabaya juga berkomitmen memperkuat keberadaan satgas melalui penerbitan Surat Keputusan (SK) resmi.

Baca Juga: Pengemudi Mobil Tabrak Pikap di Jalan Gubernur Suryo Surabaya Dikenakan Pasal Berlapis

“Kami mengapresiasi tingginya keterlibatan anak muda yang diprakarsai Ecoton dan berkomitmen untuk segera menerbitkan SK resmi guna memperkuat posisi Satgas Sungai Lestari sebagai mitra pemerintah dalam mengedukasi warga serta memicu kembali perubahan perilaku,” ujar Fikser.

Keberadaan SK dinilai penting untuk memberikan kepastian dan memperkuat peran relawan di lapangan.

Satgas juga diharapkan menjadi mitra pemerintah dalam melakukan pengawasan, menerima laporan masyarakat, serta membantu mendorong penanganan berbagai persoalan pencemaran sungai.

Lima Tugas Utama Satgas Sungai Lestari

Satgas Sungai Lestari dirancang menjalankan lima fungsi utama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian Kali Tebu.

Pertama, melakukan pengawasan terhadap pembuangan sampah dan patroli untuk mencegah limbah domestik maupun industri dibuang langsung ke sungai.

Kedua, membantu kegiatan pembersihan sungai dan mempercepat proses evakuasi sampah melalui kerja sama dan gotong royong.

Ketiga, meningkatkan edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat, khususnya warga yang tinggal di kawasan bantaran sungai, agar mampu melakukan pemilahan dan pengelolaan limbah secara mandiri.

Keempat, memperkuat koordinasi dan sistem pelaporan. Satgas diharapkan menjadi penghubung awal antara masyarakat dan Pemerintah Kota Surabaya dalam menangani persoalan lingkungan.

Kelima, mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan bebas dari pencemaran.

Salah satu anggota Satgas Sungai Lestari dari Kelurahan Kapas Madya, Musriyati, mengaku siap terlibat langsung dalam upaya penyelamatan Kali Tebu.

Menurutnya, kondisi Kali Tebu yang semakin dipenuhi sampah tidak boleh dibiarkan tanpa tindakan.

“Sebagai bagian dari satgas, saya menyatakan siap turun dan berjuang membebaskan Kali Tebu dari sampah. Ini sudah menjadi visi dan misi pribadi saya sejak bergabung di Satgas Sungai Lestari,” pungkasnya. (rmt)

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
94 ton sampah satgas sungai lestari Ecoton Surabaya kali tebu surabaya