Tak Lagi Minder, Mahasiswa Disabilitas Nyaman Ikuti PKKMB Unesa

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:07 WIB
Mahasiswa baru Fisipol Unesa Fitrah Dwi Alfiansyah dan Veranica Imanuella Kalemeha saat mengikuti PKKMB fakultas.(Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)
Mahasiswa baru Fisipol Unesa Fitrah Dwi Alfiansyah dan Veranica Imanuella Kalemeha saat mengikuti PKKMB fakultas.(Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memastikan pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) berlangsung inklusif.

Tiga mahasiswa disabilitas mendapat pendampingan khusus dan dukungan fasilitas ramah disabilitas selama mengikuti kegiatan di Kampus Unesa 1 Ketintang, Rabu (19/8).

Tiga mahasiswa tersebut terdiri atas dua mahasiswa tunanetra dan seorang mahasiswa tunadaksa.

Mereka mengikuti seluruh rangkaian PKKMB bersama ratusan mahasiswa baru lainnya.

Pendampingan khusus diberikan untuk membantu mahasiswa disabilitas beradaptasi dengan lingkungan kampus sekaligus memastikan mereka dapat mengikuti kegiatan secara aman dan nyaman.

Baca Juga: Gempa M 7,7 Flores: Waspada Gempa Susulan hingga Dua Minggu ke Depan

Mahasiswa Disabilitas Mulai Percaya Diri

Salah seorang mahasiswa baru Fisipol Unesa, Fitrah Dwi Alfiansyah, diterima di Program Studi S-1 Ilmu Politik melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

Lulusan MAN 2 Gresik tersebut sebelumnya tidak lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Ia memilih Ilmu Politik karena tertarik mempelajari birokrasi dan advokasi.

“Harapan saya bisa mandiri, beradaptasi, dan lebih percaya diri. Tadi awalnya takut dan minder, takut tidak diterima dan dianggap berbeda.

 Namun, alhamdulillah, sekarang sudah tidak terlalu takut. Orang-orangnya juga welcome dan menghargai,” ungkap Fitrah.

Pada hari kedua PKKMB, Fitrah mendapatkan materi mengenai pencegahan kekerasan dan kesehatan mental.

Menurut dia, materi tersebut memberikan pemahaman penting sebagai mahasiswa baru.

Ia juga mengapresiasi para pendamping yang dinilai sabar dan telaten. Fasilitas ramah disabilitas yang tersedia di lingkungan kampus turut membuatnya lebih nyaman mengikuti kegiatan.

Fitrah berharap dapat berkontribusi dalam memperbaiki sistem birokrasi di Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan di Unesa.

Tak Takut Beradaptasi dengan Lingkungan Kampus

Mahasiswi S-1 Ilmu Komunikasi, Veranica Imanuella Kalemeha, juga merasakan dukungan yang sama.

Mahasiswi asal Sidoarjo dan lulusan SMAN 10 Surabaya itu diterima melalui jalur mandiri disabilitas.

Baca Juga: Waspadai Munculnya Penyakit Baru Saat El Nino Berkepanjangan

Sebelumnya, Veranica tidak lolos UTBK dan SNBP. Kondisi tersebut sempat membuatnya sedih, tetapi ia memilih tidak menyerah dan terus mencari kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.

“Pastinya sempat minder dan takut dijauhi, tetapi saya berusaha berinteraksi lebih dulu dengan teman-teman.

 Kakak-kakak pendamping juga sangat baik, sabar, telaten, dan selalu bertanya apa kebutuhan kami,” ujar Veranica.

Pecinta musik dan menulis itu berharap dapat beradaptasi dengan lingkungan kampus, aktif berkontribusi dalam kegiatan mahasiswa, serta menjalani perkuliahan dengan lancar.

Meski pada tahap awal interaksi dengan teman-teman masih dilakukan melalui pesan singkat, Veranica optimistis dapat membangun pertemanan yang lebih luas selama menjalani perkuliahan.

Fasilitas Ramah Disabilitas Disiapkan

Sementara itu, Sania Aminah, mahasiswa S-1 Ilmu Administrasi Negara asal Surabaya, harus menggunakan kursi roda akibat cedera yang dialaminya saat duduk di kelas XII SMA.

Sania mengaku sempat merasa minder ketika memasuki lingkungan baru. Namun, dukungan orang tua dan pendamping membuatnya kembali percaya diri.

“Kakak-kakaknya baik sekali, membantu mengangkat barang dan selalu ramah. Tidak ada tatapan sinis sama sekali sehingga saya merasa nyaman.

Kuncinya hanya satu, harus pandai mengatur waktu dan beradaptasi,” tutur Sania.

Sania bercita-cita menjadi pegawai negeri sipil (PNS) dan mengikuti jejak keluarganya.

Wakil Dekan I Fisipol Unesa, Harmanto, mengatakan penerimaan mahasiswa disabilitas di fakultas tersebut telah memasuki tahun ketiga.

Pengalaman sebelumnya membuat persiapan tahun ini dilakukan lebih matang.

Persiapan tidak hanya mencakup fasilitas fisik, tetapi juga sistem pendampingan bagi mahasiswa disabilitas.

“Kami sudah menyiapkan toilet khusus disabilitas di setiap gedung, ruang kuliah di lantai satu agar mudah diakses, serta layanan administrasi dengan perangkat yang sudah mendukung pembaca layar bagi tunanetra.

Ruang-ruang ini menjadi prioritas penggunaan khusus bagi mahasiswa disabilitas,” jelas Harmanto.

Pendampingan Dilakukan Bertahap

Fisipol Unesa juga memperkuat sistem pendampingan sejak sebelum PKKMB dimulai.

 Para panitia mendapatkan pembekalan agar memahami cara berinteraksi dengan mahasiswa disabilitas dan menghargai perbedaan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Garap Jalan Ngagel Madya hingga Kalibokor, Pekerjaan Dikebut Malam Hari

Selain membentuk tim pendamping khusus, Fisipol Unesa mendapat dukungan dari Pusat Disabilitas Unesa dan UKM Disabilitas.

Mahasiswa disabilitas juga ditempatkan di kelas yang sama selama beberapa semester. Kebijakan tersebut ditujukan untuk memudahkan proses adaptasi dengan lingkungan perkuliahan dan teman-teman baru.

Pendampingan nantinya dikurangi secara bertahap setelah mahasiswa dinilai mampu menjalani aktivitas kampus secara mandiri.

“Kami juga menyiapkan pengawasan ganda dari panitia keamanan dan Dewan Perwakilan Mahasiswa untuk memastikan tidak ada bentuk perundungan.

 Sejak awal, seluruh panitia sudah dibekali untuk menempatkan diri pada posisi orang lain, menghargai perbedaan, dan memastikan setiap kegiatan dapat diikuti dengan aman dan nyaman oleh semua mahasiswa,” tegas Harmanto.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa PKKMB Fisipol Unesa tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan kampus, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun budaya akademik yang inklusif.

Pendampingan dan fasilitas ramah disabilitas diharapkan membuat mahasiswa baru memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang selama menempuh pendidikan di Unesa. (rmt)

 

 

 

 

Kata Kunci SEO: PKKMB Fisipol Unesa, mahasiswa disabilitas Unesa, Fisipol Unesa, PKKMB Unesa 2026, fasilitas ramah disabilitas, kampus inklusif, mahasiswa baru Unesa

 

Tags: Unesa, Fisipol Unesa, PKKMB, mahasiswa disabilitas, kampus inklusif, pendidikan, Surabaya

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
fisipol unesa pkkmb surabaya UNESA