RADAR SURABAYA - Warga Surabaya yang menikmati libur nasional dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026), diperkirakan akan menghadapi cuaca yang cukup bersahabat. Hujan berpeluang terjadi pada pagi hari, sebelum kondisi berangsur cerah hingga sore.
Berdasarkan prakiraan cuaca per jam, kondisi Surabaya pada pagi hari masih berawan dengan potensi hujan ringan. Pada pukul 07.00, suhu diperkirakan 26 derajat Celsius dengan peluang hujan 19 persen.
Memasuki pukul 08.00 dan 09.00, suhu naik menjadi 28-29 derajat Celsius, sementara peluang hujan turun menjadi 17-15 persen.
Baca Juga: Bursa Transfer: Rodri Resmi ke Barcelona, Manchester City Terima Tawaran Rp1,55 Triliun
Potensi hujan kemudian semakin kecil. Pada pukul 10.00 hingga 11.00, cuaca diperkirakan sebagian berawan dengan peluang hujan hanya 6 persen. Suhu udara meningkat hingga 30-31 derajat Celsius.
Memasuki siang, cuaca Surabaya diperkirakan semakin cerah. Suhu mencapai 32 derajat Celsius pada pukul 12.00 hingga 15.00. Langit diprediksi berawan tipis hingga cerah, dengan peluang hujan sekitar 6 persen.
Kondisi paling cerah diperkirakan terjadi pada sore hari. Pada pukul 16.00 dan 17.00, cuaca diprediksi cerah dengan peluang hujan 0 persen. Suhu masing-masing sekitar 31 dan 29 derajat Celsius.
Menjelang malam, cuaca tetap relatif stabil. Pukul 18.00 diperkirakan cerah dengan suhu 28 derajat Celsius. Pada pukul 19.00-21.00, langit masih cerah hingga sebagian besar cerah dengan suhu sekitar 27 derajat Celsius.
Baca Juga: Jeremy Jacquet Gemilang, Liverpool Redakan Krisis Pertahanan Jelang Musim Baru
Kelembapan udara cukup tinggi, terutama pagi dan malam hari, berkisar 58-89 persen. Angin bertiup dari arah utara dengan kecepatan sekitar 7-14 kilometer per jam.
Bagi warga yang mengikuti upacara kemerdekaan, menghadiri berbagai kegiatan HUT ke-81 RI, atau memanfaatkan libur nasional untuk bepergian, pagi hari tetap perlu mewaspadai kemungkinan hujan ringan. Setelah itu, kondisi cuaca diperkirakan lebih cerah hingga malam.
Editor : Lambertus Hurek