RADAR SURABAYA - Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Surabaya dikemas berbeda.
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) bersama komunitas Kampoeng Dolanan Surabaya menghadirkan program
Otak-Atik Merah Putih yang memadukan permainan tradisional, teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan edukasi untuk mengasah kemampuan kognitif anak.
Program tersebut digelar di salah satu sekolah dasar (SD) di Surabaya, Minggu (16/8).
Anak-anak tidak hanya diajak merayakan kemerdekaan melalui berbagai permainan bernuansa Merah Putih, tetapi juga diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi AI dalam aktivitas belajar.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah BrainBlock-AI, perangkat permainan edukatif yang dikembangkan untuk mengamati kemampuan kognitif anak melalui aktivitas menyusun balok.
BrainBlock-AI Ajak Anak Bermain Sambil Mengasah Kognitif
Dalam permainan tersebut, siswa menggunakan balok bernuansa Merah Putih untuk menyusun berbagai pola dalam batas waktu tertentu.
Aktivitas ini dirancang untuk melatih konsentrasi, kemampuan visuospasial, koordinasi tangan dan mata, serta kemampuan memecahkan masalah.
Teknologi AI kemudian membantu merekam dan menganalisis sejumlah parameter, antara lain kecepatan penyelesaian, ketepatan, strategi yang digunakan, dan koordinasi tangan-mata.
Founder Kampoeng Dolanan, Mustofa Sam, mengatakan BrainBlock-AI mengadaptasi konsep Block Design Test, metode psikometri yang selama ini digunakan untuk mengamati sejumlah aspek kemampuan kognitif.
“BrainBlock-AI mengadaptasi konsep Block Design Test, salah satu metode psikometri yang digunakan untuk mengamati kemampuan visuospasial, konsentrasi, dan pemecahan masalah,” tuturnya.
Konsep tersebut kemudian dikembangkan menjadi permainan yang lebih interaktif dan sesuai dengan karakter anak sekolah dasar.
Anak tidak ditempatkan dalam situasi seperti sedang mengikuti tes, melainkan diajak bermain dan berkompetisi secara menyenangkan.
Bisa Dimainkan dengan AI maupun Secara Konvensional
Menariknya, permainan Otak-Atik Merah Putih tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi. Permainan menyusun balok tersebut tetap dapat dilakukan secara konvensional menggunakan balok nyata.
Baik dengan bantuan AI maupun secara konvensional, aktivitas menyusun pola memberikan ruang bagi anak untuk berpikir, berkonsentrasi, menentukan strategi, dan memecahkan persoalan.
Perbedaan utamanya terletak pada pemanfaatan teknologi AI yang memungkinkan proses permainan direkam dan dianalisis sebagai bagian dari pengamatan perkembangan kognitif anak.
Pendekatan ini membuat permainan tradisional tidak berhenti sebagai aktivitas hiburan, tetapi dapat dikembangkan menjadi media pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi.
Permainan Tradisional Bertemu Teknologi
Selain BrainBlock-AI, program Otak-Atik Merah Putih juga menghadirkan berbagai perlombaan bernuansa Merah Putih.
Anak-anak diajak aktif bergerak, berpikir, berkompetisi secara sehat, dan bekerja sama.
Melalui kegiatan tersebut, anak diperkenalkan pada perspektif bahwa teknologi tidak hanya digunakan untuk bermain gim.
Teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk membantu proses pembelajaran, penelitian, serta memahami cara manusia berpikir dan menyelesaikan masalah.
Mustofa mengatakan kegiatan tersebut sekaligus menjadi jembatan untuk membawa hasil riset perguruan tinggi lebih dekat dengan lingkungan pendidikan dasar.
“Kegiatan sekaligus menjadi jembatan membawa hasil riset perguruan tinggi langsung ke lingkungan pendidikan dasar,” jelasnya.
Bukan Alat Diagnosis Medis
Data yang diperoleh melalui BrainBlock-AI nantinya dapat dimanfaatkan untuk penelitian mengenai perkembangan kognitif anak. Namun, sistem tersebut bukan alat untuk memberikan diagnosis medis.
BrainBlock-AI diposisikan sebagai alat bantu observasi dan skrining awal. Dengan demikian, hasil permainan tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk menetapkan diagnosis terhadap kondisi medis tertentu.
Pemanfaatan teknologi dalam konteks tersebut diharapkan dapat membuka peluang baru bagi pengembangan pendidikan, penelitian perkembangan anak, serta literasi kesehatan otak dengan pendekatan yang lebih interaktif.
Merah Putih, Bermain, Berpikir, dan Berkarya
Program Otak-Atik Merah Putih menjadi contoh bagaimana semangat kemerdekaan dapat dikombinasikan dengan inovasi teknologi dan pelestarian permainan rakyat.
Anak-anak tetap mendapatkan pengalaman bermain yang menyenangkan, sekaligus memperoleh kesempatan mengenal teknologi yang dikembangkan melalui riset perguruan tinggi di Indonesia.
“Merah Putih, bermain, berpikir, dan berkarya. Dengan semangat tersebut, perayaan kemerdekaan diharapkan tidak sekadar meriah, tetapi juga melahirkan pengalaman belajar yang bermakna,” katanya.
“Anak-anak merayakan kemerdekaan dengan bermain, berkompetisi secara sehat, sekaligus mengenal kecanggihan teknologi yang lahir dari riset di tanah air,” pungkasnya. (rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan