RADAR SURABAYA - Dua pos polisi di Bundaran Cito dan Margorejo Jalan Ahmad Yani, Surabaya diduga dilempar molotov orang tidak dikenal (OTK), Sabtu malam (15/8). Akibat kejadian ini, polisi memastikan tidak ada kerusakan yang parah pada dua pos polisi tersebut.
"Memang benar ada kejadian yang terjadi di dua tempat atau lokasi yaitu di (Pos Polisi) Cito maupun Margorejo. Namun tidak ada kejadian yang mengakibatkan kerusakan yang besar," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast di Pos Polisi Bundaran Cito, Minggu (16/8) dini hari.
Abast menambahkan terkait dengan peristiwa yang terjadi, tidak mengakibatkan pos terganggu atau tidak dapat digunakan. "Pos kami tetap aman tetap baik-baik saja dan dapat digunakan sebagaimana mestinya," ungkapnya.
Baca Juga: BMKG Catat 235 Kali Gempa Susulan di Flores, Kekuatan hingga M6.2, Warga Diminta Sangat Waspada
Mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat ini menegaskan, saat ini anggota Polrestabes Surabaya masih mengumpulkan bukti-bukti kemudian mencari kronologi kejadian seperti apa serta penyebab kejadian.
"Saat ini masih dilakukan pendalaman. Terkait juga ada informasi mengenai benda yang diduga dilempar saya sampaikan saat ini juga penyidik Polrestabes Surabaya masih melakukan penyelidikan terkait jenis benda maupun penyebab dari kejadian itu sendiri," ucapnya.
Ditanya terkait apakah ada korban dalam peristiwa yang terjadi, Abast menyebut masih akan dipastikan apakah ada korban atau hanya berupa kerugian ringan.
Baca Juga: Korban Gempa Bumi di Pulau Flores NTT Capai 47 Orang, Ratusan Rumah Warga Hancur
"Sejauh ini nanti kami pastikan apakah masih ada korban atau memang hanya berupa kerugian ringan terjadi di pos kami. Namun sejauh ini kami yakinkan kepada masyarakat situasi kondusif, pos kami masih juga baik dan sudah tidak ada masalah. Masyarakat diharap tetap aktifitas seperti biasa atau istirahat dengan tenang pada malam hari," ucapnya.
Sementara dari pantauan Radar Surabaya di dalam sudut ruangan pos polisi di Bundaran Cito tampak terpasang garis polisi. Namun memang tidak terlihat kerusakan yang parah baik di dalam pos maupun luar. Sementara di pos polisi Margorejo di lantai depan pintu penjagaan pos terdapat bekas sisa hitam diduga bekas sisa kebakaran bom molotov yang dilempar.
Kronologi Dua Pos Lantas Dilempar Molotov
Diberitakan sebelumnya, Pos Polisi Lalu Lintas (lantas) di Bundaran Cito dan Pos Polisi Margoreio Surabaya diduga dilempar molotov orang tidak dikenal (OTK) Sabtu (15/8) malam.
Baca Juga: Dua Pos Lantas di Surabaya Diduga Dilempar Molotov, Satu Polisi Terluka
Salah satu petugas palang pintu kereta Api di Margorejo Yudi mengatakan kronologi pelemparan diduga bom molotov di pos polisi Margorejo satu orang. Terduga pelaku beraksi menggunakan motor bebek dan baju berwarna gelap
"Satu orang aja. Kalau ciri-ciri ya, nggak nggak begitu jelas. Soalnya kan dari sini kan nggak nggak jelas orangnya. Soalnya posisi dia menghadap ke barat," ujar Yudi, Sabtu (15/8). Ia menambahkan, untuk pakaian pelaku warna hitam atau gelap.
"Helm tadi kalau kalau saya lihat sepintas biru muda. Nggak tahu itu mereknya nggak tahu, soalnya polos, warna biru muda polos," terangnya.
Menurutnya, pelaku melempar bom molotov ke depan pintu penjagaan. "Nggak ada suara ledakan. Cuma suara pecah, kaca pecah. Pelaku langsung pergi," ungkapnya. Tak lama kemudian usai terjadi pelemparan bom molotov ada seorang pengendara motor ibu-ibu memadamkan api. Sehingg api tidak sampai membesar.
Baca Juga: Persebaya Menang 1-0 atas Penang FC, Pramusim 2026/2027 Ditutup dengan Kemenangan
Sementara pelemparan molotov juga terjadi di pos polisi Bundaran Cito Surabaya. Akibat lemparan dikabarkan ada satu anggota Satlantas Polrestabes Surabaya mengalami luka di tangan.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan terkait adanya dugaan pelemparan di dua pos polisi di Surabaya.
"Benar, saya telah menerima informasi terkait adanya kejadian tersebut. Anggota Polrestabes Surabaya saat ini telah berada di lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal. Saat ini masih dilakukan pendalaman untuk memastikan kronologi, penyebab, serta fakta-fakta terkait kejadian tersebut," tuturnya.
Ia melanjutkan, untuk jenis benda maupun penyebab belum dapat dipastikan. "Anggota masih melakukan pemeriksaan dan pengumpulan bukti di lokasi. Kami menunggu hasil pemeriksaan tersebut dan tidak ingin berspekulasi sebelum ada fakta yang terverifikasi," pungkasnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto
Sumber : radar surabaya