RADAR SURABAYA - Pos Polisi Lalu Lintas di Bundaran Cito dan Pos Polisi Margoreio Surabaya diduga dilempar molotov orang tidak dikenal (OTK) Sabtu (15/8) malam.
Salah satu petugas palang pintu kereta Api di Margorejo Yudi mengatakan kronologi pelemparan diduga bom molotov di pos polisi Margorejo satu orang. Terduga pelaku beraksi menggunakan motor bebek dan baju berwarna gelap
"Satu orang aja. Kalau ciri-ciri ya, nggak nggak begitu jelas. Soalnya kan dari sini kan nggak nggak jelas orangnya. Soalnya posisi dia menghadap ke barat," ujar Yudi, Sabtu (15/8). Ia menambahkan, untuk pakaian pelaku warna hitam atau gelap.
Baca Juga: SOHM 2026 Hadirkan Kategori Unik bagi Penyintas Operasi dan Dokter
"Helm tadi kalau kalau saya lihat sepintas biru muda. Nggak tahu itu mereknya nggak tahu, soalnya polos, warna biru muda polos," terangnya.
Menurutnya, pelaku melempar bom molotov ke depan pintu penjagaan. "Nggak ada suara ledakan. Cuma suara pecah, kaca pecah. Pelaku langsung pergi," ungkapnya.
Tak lama kemudian usai terjadi pelemparan bom molotov ada seorang pengendara motor ibu-ibu memadamkan api. Sehingg api tidak sampai membesar.
Baca Juga: Sita 28 Poket Sabu, Polisi Tangkap Pengedar di Jalan Rangkah Surabaya
Sementara pelemparan molotov juga terjadi di pos polisi Bundaran Cito Surabaya. Akibat lemparan dikabarkan ada satu anggota Satlantas Polrestabes Surabaya mengalami luka di tangan.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan terkait adanya dugaan pelemparan di dua pos polisi di Surabaya.
"Benar, saya telah menerima informasi terkait adanya kejadian tersebut. Anggota Polrestabes Surabaya saat ini telah berada di lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal. Saat ini masih dilakukan pendalaman untuk memastikan kronologi, penyebab, serta fakta-fakta terkait kejadian tersebut," tuturnya.
Baca Juga: Persebaya Menang 1-0 atas Penang FC, Pramusim 2026/2027 Ditutup dengan Kemenangan
Ia melanjutkan, untuk jenis benda maupun penyebab belum dapat dipastikan. "Anggota masih melakukan pemeriksaan dan pengumpulan bukti di lokasi. Kami menunggu hasil pemeriksaan tersebut dan tidak ingin berspekulasi sebelum ada fakta yang terverifikasi," pungkasnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto
Sumber : radar surabaya